Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fokus Kembangkan Varietas Tebu Pringu

Bayu Mulya Putra • Rabu, 25 Desember 2024 | 18:45 WIB
DIKEMBANGKAN SEJAK 2023: Mayoritas lahan tebu di Desa Pringu, Kecamatan Bululawang sudah menggunakan varietas baru yang lebih bagus rendemennya.
DIKEMBANGKAN SEJAK 2023: Mayoritas lahan tebu di Desa Pringu, Kecamatan Bululawang sudah menggunakan varietas baru yang lebih bagus rendemennya.

BULULAWANG - Tebu Pringu menjadi salah satu varietas unggulan di Kabupaten Malang.

Rendemennya mencapai 12 persen.

Lebih tinggi 3 persen dibanding rendemen tebu pada umumnya, yang hanya berkisar 8 sampai 9 persen.

Untuk diketahui, rendemen merupakan persentase gula yang dihasilkan dari tebu selama proses pengolahan.

Rendemen bakal menunjukkan seberapa banyak gula yang dihasilkan dari berat tebu yang diolah.

Dengan rendemen 12 persen, artinya dari 1.000 kilogram tebu yang diolah, dapat dihasilkan 120 kilogram gula.

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Kholida Masruroh menjelaskan, tebu pringu merupakan varietas masak awal.

Artinya, tebu itu bisa masak saat awal musim giling.

Sehingga bisa memenuhi kebutuhan pabrik. Itu cukup membantu dua pabrik gula di Kabupaten Malang, yang sering kesulitan mencari bahan baku saat awal musim giling.

Sehingga, harus mencari bahan baku dari daerah lain.

”Di Malang ini banyak petani menanam tebu yang masak akhir, karena memang menanamnya di lahan tegal. Kalau menanam di lahan tegal, harus menunggu musim hujan,” ucap Kholida.

Tebu yang masak akhir tersebut merupakan varietas BL (Bululawang), dengan rendemen sekitar 89 persen.

Sehingga, dengan dikembangkannya tebu pringu, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pabrik gula pada awal musim giling yang biasanya dimulai pada pertengahan tahun.

Sayangnya, kata Kholida, mayoritas petani masih enggan membongkar lahan tebunya.

Mayoritas lebih memilih mengepras dan dibiarkan tumbuh lagi atau rawat ratun.

Padahal, semakin lama dibiarkan dengan budidaya rawat ratun, rendemen bakal berkurang.

Maksimal, rawat ratun dapat dilakukan lima kali atau lima tahun.

”Makanya dari pabrik itu ada program bibit gratis. Jadi, petani yang mau menanam, akan dikasih bibit gratis tebu pringu 1201. Supaya saat giling awal, bahan baku pabrik terpenuhi,” kata pejabat eselon III B Pemkab Malang itu.

Untuk diketahui, tebu pringu berasal dari Desa Pringu, Kecamatan Bululawang.

Varietas itu diluncurkan oleh Pabrik Gula (PG) Krebet Baru sejak akhir 2023 lalu.

Saat ini, tebu tersebut sudah ditanam di lahan dengan luas sekitar 300 hektare.

Per hektare lahan mampu menghasilkan hingga 150 ton tebu pringu. (yun/by)

Editor : Aditya Novrian
#tebu #Fokus #varietas #Kembangkan #pringu