Radar Malang - Garuda Indonesia tengah mengevaluasi kemungkinan menambah armada dengan pesawat tipe C919 buatan Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC).
Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Pandjaitan, mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pihak COMAC telah dilakukan untuk menjajaki peluang ini.
“Kami sedang mempelajari opsi ini secara mendalam. Semua keputusan akan diambil dengan cermat dan mempertimbangkan berbagai aspek,” ujarnya.
Pesawat C919, yang dirancang sebagai alternatif untuk Boeing 737 dan Airbus A320, memiliki daya tarik tersendiri dengan efisiensi bahan bakar yang diklaim tinggi.
Meskipun demikian, Wamildan menegaskan bahwa proses pembelian pesawat baru membutuhkan kajian mendalam terkait aspek teknis, operasional, dan finansial.
“Kami memastikan setiap langkah yang diambil sesuai dengan kebutuhan operasional dan visi strategis perusahaan,” tambahnya.
Selain rencana tersebut, Garuda Indonesia juga menargetkan penambahan 20 pesawat baru dan bekas hingga tahun 2025.
Dalam waktu dekat, dua pesawat Boeing akan mulai beroperasi pada Januari 2025, disusul dengan satu pesawat tipe 737 pada Februari 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Garuda untuk memperkuat armada dan meningkatkan daya saing di pasar penerbangan domestik maupun internasional.
Rencana ekspansi ini dinilai sejalan dengan visi Garuda untuk terus tumbuh sebagai maskapai kebanggaan Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi penumpang dengan armada yang modern dan andal,” kata Wamildan.
Dengan strategi ini, Garuda Indonesia optimis dapat mengatasi tantangan di industri penerbangan dan tetap relevan di tengah persaingan global yang semakin ketat. (Dzulfiqar Arifuddin)
Editor : Aditya Novrian