“Penurunan BI rate diharapkan bisa meningkatkan penyerapan kredit, sehingga amunisi untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi terus menguat.”
Febrina,
Kepala BI Malang
MALANG KOTA - Pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) diyakini bakal mendorong perekonomian di daerah-daerah.
Penurunan suku bunga BI sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen diprediksi bisa mendorong angka konsumsi masyarakat.
Kepala BI Malang Febrina menyebut, secara historis, dalam jangka waktu tertentu penurunan BI rate bakal diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan di daerah.
Baik untuk kredit maupun simpanan pihak ketiga.
”Sehingga harapannya sektor riil dapat lebih terdorong pertumbuhannya.
Kalau istilahnya Pak Gubernur kemarin agar bisa menciptakan growth story yang lebih baik,” tuturnya.
Baca Juga: BI Malang Optimistis Perekenomian 2025 Membaik
Peneliti Senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Joko Budi Santoso menambahkan, BI rate yang kembali turun memberikan angin segar untuk perekonomian.
Meskipun dampaknya baru bisa terlihat pada dua sampai tiga bulan mendatang.
”Penurunan BI rate diharapkan bisa meningkatkan penyerapan kredit, sehingga amunisi untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi terus menguat,” tuturnya.
Baca Juga: Bantuan BI Malang, Berhasil Pacu Produksi Kopi Sumadi Hampir 7 Kali Lipat
Sektor riil, khususnya UMKM, dapat memperoleh kredit dengan bunga yang lebih rendah.
Sehingga usahanya bisa terus berkembang dengan tambahan modal.
Penurunan BI rate juga menjadi stimulus untuk menggairahkan perekonomian dan pasar domestik.
Namun, dia menekankan bahwa itu harus diimbangi dengan berbagai kebijakan fiskal untuk memperkuat daya beli masyarakat.
Sebab, saat ini ada tren pergerakan harga beberapa komoditas pangan.
Selain itu, program stabilisasi harga pangan juga harus diperkuat menjelang bulan Ramadan.
Selanjutnya, penurunan BI rate diharapkan dapat menggairahkan kredit konsumsi.
Khususnya untuk kepemilikan rumah, kendaraan bermotor, gadget, dan alat elektronik. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana