Radar Malang – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen nyata dalam mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
Dalam langkah besarnya, Presiden Prabowo meresmikan 37 proyek ketenagalistrikan terbesar di dunia.
Peresmian berlangsung pada Senin (20/1) di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Sumedang, Jawa Barat.
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya sektor ketenagalistrikan untuk mendukung industrialisasi.
Total kapasitas pembangkit yang diresmikan mencapai 3.222,75 Megawatt (MW) yang bertujuan dapat melayani kawasan industri dan daerah terpencil.
“Kita ingin menjadi negara maju dan modern, serta menghilangkan kemiskinan melalui industrilisasi,” tegas Prabowo.
Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya transisi energi berkelanjutan.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan proyek ini memperkuat infrastuktur kelistrikan berbasis energi bersih.
Nilai investasi proyek mencapai Rp72 triliun, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan pasokan listrik dan percepatan industrialisasi.
Direkturk Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan PLN siap memberikan akses listrik merata kepada Masyarakat Indonesia.
Mayoritas pembangkit yang diresmikan menggunakan energi bersih seperti PLTA Jatigede (110 MW) dan PLTA Asahan 3 (174 MW).
Kedua pembangkit ini akan menjadi pilar penting dalam transisi menuju energi terbarukan.
Dengan peresmian ini, diharapkan dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. (Tiw)
Editor : Aditya Novrian