MALANG KOTA - Tahun ini Bank Indonesia (BI) Malang menarget pertumbuhan merchant QRIS sebanyak 830 ribu.
Untuk memenuhi target itu, butuh penambahan 62.837 merchant baru.
Sebab, merchant QRIS di wilayah kerja BI Malang sudah mencapai 767.163.
Untuk memenuhi target, BI Malang sudah menghadirkan beberapa inovasi baru.
Salah satu yang terbaru yakni QRIS Tap yang diluncurkan 14 Maret lalu.
Dengan QRIS Tap, transaksi cukup dilakukan dengan mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran.
QRIS Tap berbasis Near Field Communication (NFC) itu akan diterapkan secara bertahap.
Hingga dapat digunakan secara luas di kanal-kanal moda transportasi, layanan publik, dan merchant lainnya.
Kepala BI Malang Febrina mengatakan, pengguna tidak dikenakan biaya transaksi saat menggunakan QRIS Tap.
Biaya dikenakan kepada merchant berupa Merchant Discount Rate (MDR) yang ditetapkan untuk kategori Badan Layanan Umum (BLU) dan Public Service Obligation (PSO) sebesar 0 persen.
Sementara itu, merchant kategori lain dikenakan MDR QRIS sesuai skema yang berlaku.
Dengan begitu pengguna maupun merchant semakin mudah dalam bertransaksi.
”Dan, merchant paling banyak ada di Kota dan Kabupaten Malang yakni sebanyak 521 ribu merchant,” tutur Febrina.
Dia mengatakan target penambahan Merchant sampai 830 ribu merchant tersebut bertujuan untuk memperluas jangkauan penggunaan QRIS.
Terlebih untuk wilayah yang masih belum maksimal dalam digitalisasi pembayaran.
Seperti Probolinggo dan Pasuruan.
Sementara secara nasional target jumlah merchant QRIS sebanyak 40 juta.
Sementara itu, dia menyebutkan selama Januari 2025, nominal transaksi QRIS di wilayah kerja BI Malang sebesar Rp 774,1 miliar.
Angka tersebut meningkat 108 persen secara year on year.
Nominal transaksi paling besar ada di Kota Malang senilai Rp 491 miliar.
Disusul Kota Batu dengan nominal transaksi Rp 69,4 miliar. (dur/by)
Editor : A. Nugroho