DONOMULYO – Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo bisa menyedot lebih banyak wisatawan, asalkan amenitas atau fasilitas pendukung dilengkapi.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Purwoto.
Dia memaparkan beberapa fasilitas yang sudah tersedia di Pantai Modangan.
Di antaranya hotel, kafe, amphitheater, dua musala, lahan parkir, 15 warung makan, dan 12 kamar mandi di area pantainya.
Namun hal itu dirasa masih kurang.
”Hotel masih kurang,” terangnya.
Selain perlu menambah hotel, Purwoto menilai perlu ada pembangunan rumah kabin, penambahan rumah makan dan optimalisasi ketersediaan air bersih,” tutur pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Selama ini, Modangan dikelola oleh Perum Perhutani yang bekerja sama dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) sekitar pantai.
Informasi yang diperoleh Purwoto, Pemerintah Desa (Pemdes) Sumberoto sudah berupaya menggandeng investor.
Harapannya agar investor tersebut bersedia mengucurkan dana untuk pengembangan wisata di pantai Modangan, terutama penyediaan fasilitas.
“Kades di sana (Sumberoto) sudah menawarkan ke investor untuk pemenuhan kebutuhan wisata. Sampai sekarang belum ada yang berminat,” kata Purwoto.
Dia mencontohkan pengembangan wisata di Pantai Tanjung Penyu yang melibatkan investor.
Menurut Purwoto, Pantai Di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan berhasil menyedot perhatian banyak wisatawan setelah menggandeng pengelola wisata petik madu Lawang.
“Memang berbeda daya tariknya, setidaknya untuk amenitasnya bisa mencontoh dari Tanjung Penyu,” tandas Purwoto.
Sementara itu, Kasubsi Hukum, Kepatuhan, Agraria dan Komunikasi Perusahaan Perum Perhutani KPH Malang Muhammad Hilmy Rizqullah Ramadhan memberikan komentar banyak terkait pengembangan wisata Pantai Modangan.
Pihaknya ingin memastikan terlebih dahulu status pengelolaan wisata Pantai Modangan.
”Kami harus mengecek lagi apakah masih dikelola Perum Perhutani atau tidak. Baru saya akan berkomentar soal investasi itu,” kata Hilmy. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho