Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

PG Krebet Baru di Kecamatan Bululawang Malang Libatkan 2.300 Petani

Mahmudan • Jumat, 25 April 2025 | 19:56 WIB

MUSIM GILING: Kepala Bapanas RI Arief Prasetyo Adi (tengah) bersama Dirut ID Food Ghimoyo dan jajaran direksi PG Krebet Baru II meresmikan musim giling tebu 2025 di PG Krebet Baru II, Bululawang.
MUSIM GILING: Kepala Bapanas RI Arief Prasetyo Adi (tengah) bersama Dirut ID Food Ghimoyo dan jajaran direksi PG Krebet Baru II meresmikan musim giling tebu 2025 di PG Krebet Baru II, Bululawang.

BULULAWANG – PT Pabrik Gula (PG) Rajawali I yang membawahi PG Krebet Baru II di Kecamatan Bululawang mengawali gilingan kemarin (24/4).

Namun rangkaian selamatan giling tebu sudah dimulai sejak Maret lalu. Mulai doa bersama, santunan anak yatim, hingga khitan massal dan jalan sehat bersama masyarakat.

Peresmian pembukaan giling tebu diresmikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. Direktur Utama (Dirut) Pabrik Gula (PG) Krebet Baru II Daniyanto mengatakan, dalam gilingan tebu tahun ini melibatkan 2.300 petani.

PG Krebet Baru II menjadi pabrik gula pertama yang membuka giling tebu. Dengan target produksi 1,92 ton tebu rendemen 8,25 persen yang menghasilkan 158 ribu ton gula.

Baca Juga: HPP Gula Naik, Targetkan Produksi Meningkat di Kabupaten Malang

“Kami terus menggandeng petani agar bisa mengoptimalkan produksi tebu dan gula bersama,” ujar Daniyanto dalam sambutan pembukaan giling kemarin.

Sementara itu, Direktur Utama ID Food (PT Rajawali Nusantara Indonesia) Ghimoyo menuturkan, PG Krebet Baru II termasuk daerah produksi gula tertinggi di Indonesia.

Dia tahu betul potensi tanah di Kabupaten Malang tidak mudah untuk meluas. Untuk itu, pihaknya menyoroti produktivitas tebu yang harus ditingkatkan.

“Kalau bisa 150 ton tebu per hektare,” ujar Gimoyo.

Baca Juga: Pabrik Gula Krebet Baru Gelar Rangkaian Acara Selamatan Giling 2025

Menyambut pembukaan pertama giling tebu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, kepentingan nomor satu dalam industri tebu adalah kesejahteraan petani. Tahun ini hampir tidak ada petani yang mengeluh karena harga jual tebu rendah.

”Presiden meminta Bapanas membela petani. Sebab swasembada pangan hanya bisa dicapai melalui kesejahteraan petani,” terangnya.

Dia menilai, langkah PG Krebet Baru II yang konsisten menggandeng petani sangat tepat. Apalagi sekarang harga gula dari petani konsisten di angka Rp 14.500 per kilogram.

”Itu merupakan angka terbaik bagi petani,” kata dia. (aff/dan)

Editor : Aditya Novrian
#tebu #pt #karebet #gula #pabrik #malang #pg #Giling #Kabupaten