Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perang Dagang Tiongkok-AS Picu Penjualan Mobil di Malang Masih Menurun Hingga 25 Persen

Fathoni Prakarsa Nanda • Selasa, 13 Mei 2025 | 18:49 WIB
Ilustrasi mobil (pch.freepik)
Ilustrasi mobil (pch.freepik)

MALANG KOTA - Perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat memicu lesunya pembelian durable goods (barang tahan lama).

Hal tersebut juga dirasakan oleh dealer mobil di Kota Malang.

Penjualan mobil, baik electric vehicle (EV) maupun konvensional menurun hingga 25 persen.

Tren penurunan penjualan itu terjadi secara umum pada seluruh merek kendaraan.

Namun, penurunan penjualan mobil EV relatif lebih kecil dibandingkan penjualan mobil konvensional.

Salah satu dealer di Kota Malang, PT Gatra Perdana Putra, mencatat penurunan penjualan hingga 25 persen.

Angka itu berdasar perbandingan penjualan Januari hingga Maret 2025 dengan tahun lalu.

”Tapi kami optimistis bulan ini bisa kembali naik,” ujar Yudi Irawan Wijaya, direktur PT Gatra Perdana Putra Malang.

Yudi menganalisis penurunan penjualan mobil EV pada awal tahun terjadi akibat banyaknya unit yang baru masuk ke Samsat.

Pihaknya juga sedang menunggu Surat Keputusan Subsidi PPN 10 persen pada bulan Februari dan Maret.

“Masuk ke Samsat baru April lalu. Maka dari itu kami optimistis bulan ini naik,” lanjutnya.

Saat ini pihaknya bisa menjual sekitar 20 unit mobil EV dalam satu bulan.

Itu belum termasuk unit yang disuplai dari dealer lain.

Sementara itu, Prasetya Satria selau sales Wuling Perdana Malang menuturkan, mayoritas pembeli sedang gandrung dengan mobil EV.

Terutama jenis Cloud EV yang dibanderol mulai Rp 451,6 juta.

Fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) membuat banyak pembeli tertarik.

“Bulan Mei ini, sudah enam unit yang terjual,” ujar Prasetya.

Jenis kedua sebagai idaman ada pada Binguo EV dengan harga Rp 420,3 juta.

Disusul New Air EV Lite mulai Rp 259 juta. (aff/fat)

Editor : Aditya Novrian
#bisnis #penjualan #menurun #mobil #ekonomi #Malang Raya #perang tiongkok-as #malang