MALANG KOTA – Ada kabar gembira untuk masyarakat dan pelaku usaha. Bank Indonesia (BI) kembali memangkas BI Rate atau suku bunga acuan menjadi 25 basis poin (bps). BI Rate kini berada di angka 5,50 persen.
Sebelumnya, besaran BI Rate pada Maret lalu masih di angka 5,75 persen. Penurunan tersebut berdampak langsung ke bunga kredit. Cicilan makin ringan dan daya beli bias terdongkrak. BI Rate jadi patokan bunga antarbank.
Jika turun, bunga pinjaman ikut melandai di semua perbankan. Masyarakat bisa pinjam dengan bunga lebih rendah. Serta pelaku usaha juga makin mudah melakukan ekspansi bisnis.
”Tentu jadi kabar baik untuk masyakarat karena bias mengembalikan gairah kegiatan ekonomi,” ujar Febrina,
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Malang, kemarin. Ia menyebut turunnya BI Rate perlu dilakukan untuk dorong pertumbuhan di tengah tekanan inflasi tinggi. Sejak awal tahun, BI memang mulai melonggarkan suku bunga yang sempat lama bertahan di level 6 persen.
Efeknya pun bakal mulai terasa. Bunga kredit turun, cicilan jadi lebih ringan bagi debitur di semua sektor. BI ingin momentum ekonomi tetap terjaga. Konsumsi naik, usaha jalan, investasi pun tetap mengalir.
”Koordinasi dengan bank dan pemda terus kami lakukan untuk pacu pembiayaan produktif,” tambahnya.
BI juga mencermati respons bank terhadap turunnya BI Rate. Penyesuaian BI Rate biasanya memakan waktu sebulan. Bank perlu waktu untuk mengatur ulang bunga simpanan dan pinjaman agar tetap kompetitif dan tidak rugi.
Febrina menegaskan, sector konsumsi, perdagangan, pariwisata, dan jasa tetap jadi motor ekonomi utama. BI berharap investasi mengalir ke sektor itu agar permintaan domestik makin kuat dan stabil.
Editor : A. Nugroho