KEPANJEN – Meskipun menjadi salah satu komoditas unggulan, produksi durian selama satu tahun mengalami penurunan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang mengungkap, dari 2023 ke 2024 terdapat penurunan produksi sekitar 12 ribu ton.
Sebelumnya 141,73 ribu ton menjadi 128,73 ribu ton dalam setahun.Namun meskipun terjadi penurunan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tetap mengupayakan pemasaran produknya. Salah satunya melalui pengembangan wisata petik durian.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Purwoto mengatakan, sebenarnya banyak titik-titik wisata petik durian. Di antaranya di Ngantang, Kasembon, Bululawang, Tumpang, Ampelgading, dan Tirtoyudo.
“Dengan adanya wisata petik durian, orang bisa menikmati durian langsung di kebunnya. Bagi wisatawan, experience itu akan diingat,” kata Purwoto.
Selain itu, wisatawan juga bisa membagikan foto atau menjadikan konten aktivitas wisata itu di media sosialnya. Hal tersebut juga dapat meningkatkan promosi untuk tempat wisata. Sehingga, tempat wisata petik durian pun semakin ramai.
Sementara Pengelola Wisata Petik Durian Sudimoro Firman Ferdiansyah menjelaskan, pihaknya selalu mempromosikan tempat wisata itu melalui media sosial. Setiap hari ada wisatawan, baik dari Malang maupun luar Malang. Wisatawan masuk secara gratis dan cukup membayar durian yang dipetik dan akan dimakan.
“Minggu lalu ada wisatawan dari Pasuruan langsung datang ke sini. Rombongan sekitar 10 orang,” kata dia. Sebagai informasi, di lahan seluas sekitar 1,5 hektare itu terdapat 200 pohon durian dengan lima varian.
Yakni musang king, bawor, duri hitam, montong, dan pelangi. Rata-rata, terdapat 15-25 buah per pohon. Per buahnya memiliki berat 2,5-3 kilogram.
Per tahun, total durian yang dihasilkan di kebun tersebut sekitar 7,5-15 ton. Harga masing-masing jenis bervariasi. Seperti musang king dibanderol Rp 350 ribu per kilogram, montong Rp 100 ribu per kilogram, dan bawor Rp 250 ribu per kilogram.
Sayangnya, musim hujan menjadi hambatan bagi pembudidaya durian. Secara kuantitas produksi memang tidak berpengaruh, tetapi kualitas rasanya menurun. Rasa durian akan menjadi sedikit hambar saat terkena hujan terus-menerus. Hal tersebut menjadi keluhan para petani durian.
“Hasil buahnya besar, tetapi rasanya kurang maksimal. Ada beberapa buah yang seperti itu di kebun kami,” pungkasnya.
Editor : A. Nugroho