SURABAYA – Pemkot Surabaya mewajibkan tempat usaha yang memiliki area parkir untuk menyediakan juru parkir (jukir) resmi. Hal itu dilakukan untuk mencegah aksi jukir liar yang banyak meresahkan masyarakat.
Jika tidak mau mengikuti kebijakan tersebut, ada sanksi pencabutan izin usaha yang diberikan.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, langkah itu merupakan upaya untuk memberantas jukir liar. Petugas parkir yang berjaga akan memakai rompi dan atribut resmi dari tempat usaha tersebut.
”Jadi pengunjung tidak perlu lagi membayar parkir,” terangnya. Aturan itu diberlakukan bagi usaha yang telah membayar pajak parkir ke Pemkot Surabaya.
Kini, Dishub Surabaya sedang menyiapkan surat edaran (SE) untuk pemberlakuan kebijakan itu. Termasuk soal sanksi tegas jika pelaku usaha tidak menjalankannya. ”Sesuai arahan wali kota, nanti bisa ke arah pencabutan izin usaha,” ungkapnya.
Kepala UPT Parkir Dishub Surabaya, Jeane Mariane Taroreh, mengatakan dengan hadirnya petugas parkir resmi dari pemilik usaha harapannya konsumen dapat nyaman datang ke tempat tersebut.
”Setiap hari petugas dishub juga sudah berpatroli ke toko modern mana yang terdapat jukir liarnya dan kami tindak,” paparnya.
Petugas juga menemukan di titik tertentu, potensi pendapatan parkir tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Pemetaan terhadap potensi titik parkir sedang dituntaskan.
Dari analisa itu akan diketahui potensi pendapatannya berapa. ”Jika ramai maka bisa juga dibangun park and ride ,” ujarnya.
Rencana aturan yang mewajibkan pelaku usaha menyediakan jukir di area bisnisnya mendapat sorotan dari DPRD Surabaya. Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya menganggap kebijakan itu tidak pas.
Sebab pelaku usaha sudah membayar pajak parkir, jika menyediakan jukir artinya dia harus merekrut dan menggaji orang.
”Kalau sudah mengeluarkan untuk pajak ya seharusnya mereka mendapat jaminan keamanan dari pemkot. Tidak perlu dilempar ke pelaku usaha lagi. Seharusnya jaminan keamanan tanpa pungutan parkir adalah sebuah fasilitas dari pemkot,” ujar politikus Demokrat itu. (adn)
Editor : A. Nugroho