KEPANJEN – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kabupaten Malang mengungkap ada 430-an koperasi tak aktif lagi. Indikasinya, mereka tidak menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) hingga akhir 2024. Angka koperasi tak aktif lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, 378 koperasi.
“Di Kabupaten Malang ada 1.380 koperasi, namun yang aktif hanya 950-an. Itu yang bisa melakukan RAT pada akhir tahun,” ujar Kepala Diskop UKM Kabupaten Malang Tito Febrianto Hadi Prasetya ditemui beberapa waktu lalu.
Sedangkan sisanya merupakan koperasi lama yang terdapat tata kelola yang tidak sesuai aturan. Sehingga pengelolaan keuangannya bermasalah. Oleh karena itu, pihaknya melakukan pendampingan untuk pengaktifan kembali koperasi.
“Ada koperasi yang tidak melakukan RAT sejak Covid-19, akhirnya kami ajak untuk RAT. Saya juga hadir dalam pendampingan tersebut,” ucap mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang itu.
Sebab, RAT juga sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus dan pengawas kepada anggota.
Biasanya terdapat tiga aspek yang dibahas saat RAT. Yakni aspek kelembagaan, usaha, dan keuangan. Termasuk kejadian penting yang perlu dilaporkan kepada anggota.
Pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu juga menegaskan bahwa Pemkab Malang hanya berwenang mengajak koperasi, tetapi tidak mengharuskan.
Sebab, koperasi sebagai binaan Pemkab Malang. Koperasi pun memiliki badan hukum sendiri yang berhak memilih pembubaran jika disepakati semua anggota.
Koperasi sangat bermanfaat dalam meningkatkan taraf hidup anggota maupun masyarakat di sekitarnya. Pada tahun ini pun, pemerintah pusat memerintahkan pemerintah daerah membentuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Di Kabupaten Malang sudah terbentuk Kopdes Merah Putih di seluruh desa. Untuk memaksimalkan berjalannya koperasi tersebut, Tito menyebut, pihaknya mengusulkan pelaksanaan pembinaan terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pengurus dan pengawas koperasi di 33 kecamatan.
“Usulan tersebut sudah disetujui oleh bupati. Saat PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) nanti akan kami laksanakan,” pungkasnya. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho