Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di 5,5 Persen, Inflasi Kota Malang Tetap Terkendali

Aditya Novrian • Minggu, 22 Juni 2025 | 18:35 WIB
LAYANAN DIGITAL: Seorang nasabah mengakses informasi kredit perbankan lewat ponsel pintarnya kemarin.
LAYANAN DIGITAL: Seorang nasabah mengakses informasi kredit perbankan lewat ponsel pintarnya kemarin.

MALANG KOTA – Di tengah gejolak ekonomi global yang membuka peluang penurunan suku bunga, Bank Indonesia (BI) memilih tetap menahan suku bunga acuannya di angka 5,50 persen. Keputusan itu diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18 Juni lalu.

Tak hanya BI Rate, suku bunga Deposit Facility juga dipertahankan di level 4,75 persen, dan suku bunga Lending Facility tetap 6,25 persen. Langkah BI itu bukan tanpa alasan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kanwil BI) Malang menyebut, keberhasilan seluruh daerah di Indonesia dalam menjaga inflasi tetap terkendali menjadi pertimbangan utama.

Rentang inflasi nasional berada pada kisaran target BI, yakni 1,5 hingga 3,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Di Kota Malang, inflasi Mei 2025 tercatat hanya 1,36 persen yoy. Lebih rendah dari target BI Malang yang dipatok sebesar 1,5 persen.

Artinya, dibandingkan Mei 2024, kenaikan harga barang dan jasa di Kota Malang tergolong ringan. ”Kondisi ini masih dalam kategori terkendali,” ujar Kepala BI Malang, Febrina.

Menurutnya, kunci pengendalian inflasi di Malang adalah sinergi erat antara BI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Di sisi lain, BI Malang juga terus memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mengurangi risiko sistemik, terutama di sektor riil. Upaya itu diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit produktif, menjaga stabilitas keuangan, dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi lokal.

Meski demikian, BI mengakui keputusan untuk tidak menurunkan suku bunga memiliki dua sisi. Di satu sisi, penurunan suku bunga bisa merangsang konsumsi, meningkatkan daya beli, mendorong investasi, serta mendukung pelemahan nilai tukar untuk ekspor.

Namun di sisi lain, risiko inflasi dan pelemahan lebih lanjut nilai tukar rupiah juga membayangi. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#bank #indonesia #malang #kota #inflasi