Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kampung Es Krim Singosari Tetap Eksis Sejak 2018, Produksi Tradisional dan Modern Masih Berjalan

Mahmudan • Selasa, 24 Juni 2025 | 16:25 WIB
SIAP LAYANI JUMLAH BESAR: Seorang penjual es krim di Dusun Damean, Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari melayani pelanggannya kemarin.
SIAP LAYANI JUMLAH BESAR: Seorang penjual es krim di Dusun Damean, Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari melayani pelanggannya kemarin.

SINGOSARI - Berdiri sejak 2018, kampung es krim di Dusun Damean, Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari masih bertahan hingga kini. Beberapa pemilik usaha es krim menyuguhkan berbagai jenis es krim, salah satunya Cooldy Ice Cream and Tart.

Pemilik Cooldy Ice Cream and Tart Luaeki Rosita mengatakan, dia berjualan berbagai kemasan es krim, seperti kemasan cup dan boks. Rasanya pun bervariasi. Mulai dari rasa dasar seperti vanila, cokelat, dan stroberi, hingga rasa lain seperti durian dan green tea.

“Walaupun belum musim durian, kami tetap bisa menyediakan jika ada permintaan. Karena kami kerja sama dengan pengepul durian,” ujar perempuan berusia 49 tahun itu.

Dia menyebut, usaha tersebut dibentuk sejak 2017, setahun sebelum kampung es krim berdiri. Sebagai pelopor, dia juga mengajari tetangga-tetangganya untuk membuat es krim. Dengan harapan ketika ada pesanan dalam jumlah besar, mereka dapat bergotong-royong melayani konsumen.

Cara pembuatan es krim di kampung tersebut ada dua. Yakni secara tradisional seperti es puter dan es potong serta secara modern. “Kami membuat es krim dengan cara modern tetapi sederhana. Tidak memerlukan mesin yang canggih,” kata Rosita.

Pembuatan es krim memang sederhana. Yakni bahan baku susu segar, gula, dan susu bubuk dicampur hingga menjadi campuran dasar atau biang. Biang tersebut kemudian disimpan selama minimal lima jam. Semakin lama penyimpanan, hasilnya akan semakin bagus.

“Kami menandon biang. Kalau ada pesanan, baru diolah menjadi es krim, supaya waktunya lebih efisien,” imbuhnya.

Usaha es krim di kampung tersebut semakin berkembang saat pandemi Covid-19. Setelah pandemi, pesanan justru menurun. Namun saat ini usaha tersebut masih eksis dengan pesanan-pesanan yang terus berdatangan, baik melalui media daring maupun pemesanan manual. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#UMKM #singosari #Kampung #es krim