Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Keyakinan Konsumen Malang Menguat, Optimisme Ekonomi Tembus Indeks 156,2

Aditya Novrian • Minggu, 29 Juni 2025 | 18:40 WIB
RAMAI: Pengunjung memadati Mal Olympic Garden. BI Malang menyebut ekspektasi konsumen terhadap ekonomi masih tinggi sampai beberapa bulan ke depan.
RAMAI: Pengunjung memadati Mal Olympic Garden. BI Malang menyebut ekspektasi konsumen terhadap ekonomi masih tinggi sampai beberapa bulan ke depan.

MALANG KOTA – Di tengah ketidakpastian global dan bayang-bayang konflik geopolitik, sikap konsumen menunjukkan sinyal optimisme yang cukup kuat. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) di wilayah Malang tembus angka 156,2 pada Mei 2025. Angka itu naik dibandingkan bulan April sebesar 152,3.

Angka tersebut menggambarkan keyakinan masyarakat terhadap penghasilan, peluang usaha, dan kesempatan kerja dalam enam bulan ke depan. Bank Indonesia (BI) Malang menyebutkan, tiga komponen utama pembentuk IEK semuanya tercatat tinggi. Di antaranya ekspektasi penghasilan sebesar 168,5, ekspektasi kegiatan usaha 153,0, dan ekspektasi lapangan kerja 147,0.

”IEK penting kami umumkan sebagai dasar kebijakan lanjutan,” ujar Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Malang Febrina. Menurut dia, nilai di atas 100 menandakan mayoritas konsumen percaya akan terjadi perbaikan ekonomi, khususnya dari sisi pendapatan dan peluang kerja.

Tak hanya IEK, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencerminkan persepsi ekonomi saat ini juga naik. Pada Mei, IKK tercatat 143,3, lebih tinggi sedikit dari April yang sebesar 142,8.

Pengamat ekonomi Universitas Brawijaya Joko Budi Santoso menyebut, kenaikan itu tak lepas dari berbagai stimulus yang digelontorkan pemerintah. Mulai dari bantuan sosial, subsidi upah, hingga insentif untuk guru menjadi faktor penopang daya beli masyarakat.

”Pemerintah memang sedang kerja keras untuk melawan tekanan global dengan menggenjot daya beli,” ujarnya.

Ia menambahkan, relaksasi perpajakan di sektor perhotelan juga perlu dipacu. Sebab banyak hotel dan penginapan yang tertekan akibat efisiensi anggaran pemerintah daerah. Jika stimulus menjangkau sektor ini, roda ekonomi lokal bisa kembali berputar lebih cepat.

Langkah cepat seperti mempercepat belanja daerah dan memperkuat kebijakan fiskal jadi kunci. “Karena di tengah ancaman global, justru belanja pemerintah menjadi penggerak utama ekonomi daerah,” tandasnya. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#ekonomi #INDEKS #menguat #Konsumen #Kota Malang