Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Desa Putat Lor Kecamatan Gondanglegi Hasilkan 5,2 Kuintal Jamur Per Bulan

Mahmudan • Selasa, 1 Juli 2025 | 16:05 WIB

 

BUDIDAYA: Pemilik Usaha Jamur Tiram di Dusun Krajan, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi memilah jamur yang siap dipanen kemarin (30/6).
BUDIDAYA: Pemilik Usaha Jamur Tiram di Dusun Krajan, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi memilah jamur yang siap dipanen kemarin (30/6).

GONDANGLEGI - Jamur tiram putih merupakan salah satu bahan makanan yang dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan. Oleh karena itu, banyak produsen yang mengembangkan budidaya jamur tiram. Salah satunya milik Umahkariani di Dusun Krajan, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi.

Pemilik Usaha Jamur Tiram Umahkariani menyampaikan, proses produksi dilakukan setiap hari, kecuali Minggu. Untuk memproduksi jamur tiram, pihaknya akan mencampur serbuk kayu, katul jagung, dan air kapur hingga kelembapan tertentu. Kemudian dimasukkan ke dalam plastik yang menjadi media tanam atau baglog. “Baglog tersebut di-stim atau dimasak selama empat sampai lima jam. Lalu dibiarkan semalam dan baru diangkat kalau sudah dingin,” kata dia kemarin (30/6).

Selanjutnya, baglog harus diinkubasi dalam ruangan tertutup. Ruangan tersebut harus steril dari udara luar. Sehingga tidak sembarangan bisa dibuka dalam waktu yang lama. Setelah semalam dalam ruang inkubasi, baru diberi bibit jamur tiram dan dipindahkan ke ruang pembuahan. Di ruangan tersebut, jamur dibiarkan untuk tumbuh. “Satu baglog, pertama kali tumbuh saat berusia 35-40 hari,” ucap perempuan berusia 50 tahun itu.

Pertumbuhan pertama, dia mengatakan, jamur biasanya hanya berukuran kecil. Mungkin lebar jamur maksimal 5 sentimeter. Sedangkan saat pertumbuhan kedua, ketiga, atau keempat, ukuran bisa jauh lebih besar, bahkan bisa dua kali lipatnya. Baglog tersebut akan diganti saat sudah empat kali tumbuh jamur.

Dengan dibantu dua pegawai, dia menghasilkan 230 baglog per hari. Biaya pembuatan untuk satu baglog sekitar Rp 1.500 dan bisa dijual Rp 2.500 ketika jamur yang ditanam berusia 2-3 hari atau sudah akar-akarnya sudah merambat. Dalam satu baglog, bisa menghasilkan sekitar 4 ons jamur tiram. “Kami bisa panen setiap hari. Per harinya sekitar 20 kilogram jamur dan kami jual Rp 13 ribu per kilogram,” ujar Yani.

Dengan demikian, dia bisa menghasilkan lebih dari 5,2 kuintal jamur per bulan dengan omzet lebih dari Rp 6 juta. Jamur tersebut dijual ke tengkulak di Pasar Turen. Sedangkan penjualan baglog biasanya sesuai permintaan pelanggan. (yun/dan).

Editor : A. Nugroho
#desa putat #jamur tiram #lor #gondanglegi #putih