MALANG KOTA - Secara month-to-month (MoM), Kota Malang mengalami inflasi 0,38 persen pada bulan Juni. Komoditas yang menjadi penyumbang inflasi terbesar yakni cabai rawit. Tercatat di angka 0,10 persen. Sementara komoditas penghambatnya yakni bawang putih dengan andil -8,74 persen.
Secara umum, inflasi bulan Juni didominasi bahan makanan, minuman, dan tembakau sebanyak 0,31 persen. Komoditas penyumbang inflasi selain cabai rawit yakni kacang panjang, emas perhiasan, telur dan daging ayam ras, bawang merah, beras, sawi putih, tomat, serta ayam goreng.
Sementara komoditas penyumbang deflasi selain bawang putih ada BBM, pisang, jeruk, tarif kereta api, ikan mujair, kangkung, pepaya, dan semangka. ”Cabai bulan Mei sempat mengalami deflasi,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjaifudin. Namun bulan ini terjadi inflasi cabai rawit karena faktor cuaca.
Beberapa petani mengalami gagal panen karena tanaman cabai diguyur hujan terus-menerus. Selain itu, aksi protes sejumlah sopir truk terhadap aturan zero Over Dimension Over Loading (ODOL) juga memicu naiknya harga cabai. Distribusi bahan pokok sempat tersendat beberapa hari hingga harganya naik.
Ditambah, rata-rata bahan pokok di Kota Malang mengambil dari daerah lain. Umar juga menjelaskan terdapat empat catatan selama bulan Juni. Pertama, harga hortikultura kembali normal setelah mengalami deflasi pada bulan Maret.
Catatan kedua untuk momen peringatan Hari Raya Idul Adha pada 6 Juni lalu yang meningkatkan permintaan bahan pangan. Catatan ketiga yakni peningkatan pembelian tiket kereta api karena stimulus diskon 30 persen sejak 5 Juni hingga 31 Juli. ”Catatan keempat karena harga emas dunia yang mengalami peningkatan,” lanjut Umar. (aff/by)
Editor : A. Nugroho