MALANG KOTA – Total ada 496 warga yang berkumpul di halaman Kantor Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang kemarin (24/7) sejak pukul 07.00. Mereka membawa surat undangan dari Cabang Bulog Regional Malang untuk mendapat bantuan 20 kilogram beras. Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) itu mulai disalurkan untuk menstimulus perekonomian yang lesu setelah libur panjang sekolah pada bulan Juni dan Juli.
Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kota Malang mencapai 20.932 KK. Itu disaring dari data Keluarga PBP yang ditetkapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) berdasar Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Rencananya, penyaluran bantuan akan dilakukan secara berkala dan ditargetkan rampung pada 31 Juli mendatang.
”Beras yang kami bagikan memiliki kualitas medium,” ujar Kepala Cabang Bulog Regional Malang M. Nur Juliansyah Rahman. Penerima bantuan mendapat beras dengan tingkat kehancuran butir beras yang rendah dan kadar air seimbang. Jenis beras serupa juga banyak ditemui di pasar dengan harga terjangkau.
Untuk menyiasati kecurangan saat mengambil bantuan, tiap warga diberi satu kode batang melalui undangan cetak. Dalam barcode itu sudah tertera identitas penerima yang dicocokkan dengan KTP untuk mencegah akses pengambilan lebih dari sekali. Sebelum mengambil bantuan, masing-masing barcode akan di-scan dan petugas bakal mencocokkan datanya dengan yang ada di DTSEN.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan merinci, penerima bantuan berasal lima kecamatan. Dimulai Kecamatan Sukun dengan total 5.703 penerima dan menjadi yang tertinggi di Kota Malang. Disusul Kecamatan Kedungkandang dengan total 5.633 penerima.
Kecamatan Blimbing memiliki 3.912 penerima. Sementara Kecamatan Lowokwaru berjumlah 3.534 penerima. Terakhir, ada Kecamatan Klojen dengan 2.150 penerima. ”Penyaluran untuk bulan Juni dan Juli langsung dijadikan satu, jadi tiap warga mendapat dua karung beras dengan berat masing-masing 10 kilogram,” kata Slamet. (aff/by)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang