MALANG KOTA – Pelaku usaha yang menjual atribut Kemerdekaan RI mulai kebanjiran pesanan. Seperti disampaikan Ahmad Syamsudin, perajin lampion di Jalan Binor, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing. Saat dikunjungi di tempat kerjanya kemarin, Ahmad sedang membuat lampion.
Dia dibantu 12 rekannya. Mereka membuat satu per satu lingkaran dari rotan. Lingkaran tersebut direkatkan menggunakan lem hingga menjadi lampion utuh. Baru ditutupi kertas berwarna merah dan putih.
”Kami biasanya lembur sampai sore. Setelah itu istirahat sebentar. Malamnya lanjut lagi karena pesanan yang masuk banyak,” kata Ahmad, kemarin (1/8). Saat ini, dia bersama timnya sedang membuat pesanan lampion untuk dikirim ke Jakarta pada 7 Agustus nanti.
Ahmad menyebut kalau jumlah pesanan meningkat tajam akhir-akhir ini. Peningkatan itu mencapai 50 persen dibanding dengan tahun sebelumnya. Tahun ini, jumlah pesanan di tempatnya hampir menyentuh 1.500 lampion.
Pesanan itu datang dari berbagai daerah. Selain Jakarta, ada yang datang dari daerah lain di Jawa Timur seperti Surabaya. Pesanan dari Medan juga sempat datang. Yang memesan mulai instansi pemerintah, perkantoran, hingga panitia kemerdekaan yang ada di kampung-kampung.
Bentuk lampion yang dibuat berupa kapsul dan bola. Dua bentuk tersebut sangat diminati pelanggannya. ”Kalau harganya mulai Rp 34 ribu untuk lampion bola dengan diameter 30 sentimeter hingga Rp 80 ribu untuk model kapsul,” imbuh lelaki yang sudah merintis usaha lampion sejak 2004 tersebut.
Selain kapsul dan bola, ada pula permintaan custom lainnya. Seperti lampion berbentuk Garuda setinggi dua meter. Material yang digunakan pun berbeda. Bukan rotan, tetapi besi. Karena itu dijual dengan harga yang lebih mahal, sekitar Rp 5 juta.
Dalam pembuatannya, Ahmad mengaku kalau sekarang sedikit kesulitan dalam mencari rotan. Stok yang tersedia di Malang banyak yang kosong, sehingga mereka mencari sampai ke Gresik.
Selain rotan, pihaknya juga membutuhkan material lain seperti kain dan kawat. Harga dua material tersebut sekarang naik. Karena kenaikan harga material, mereka jadi menaikkan harga sebesar Rp 2 ribu untuk satu lampion. Pesanan di tempatnya bakal dibuka sampai 13 Agustus. (mel/by)
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang