Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Stok Terbatas, Kuota LPG 3 Kg di Kota Malang Hanya Cukup 10 Tabung per Pengecer

Bayu Mulya Putra • Jumat, 8 Agustus 2025 | 17:25 WIB
STOK TERBATAS: Salah satu pengecer LPG 3 kilogram di Jalan Sudimoro, Kecamatan Lowokwaru menata tabung-tabungnya, kemarin (7/8).
STOK TERBATAS: Salah satu pengecer LPG 3 kilogram di Jalan Sudimoro, Kecamatan Lowokwaru menata tabung-tabungnya, kemarin (7/8).

MALANG KOTA - Stok LPG 3 kilogram di tingkat pengecer atau warung-warung bakal berkurang. Pemerintah pusat tetap membatasi penyaluran LPG kepada pengecer. Per hari, tiap pangkalan hanya bisa menyalurkan 10 persen stoknya untuk pengecer.

Di Kota Malang sendiri terdapat 21 agen LPG. Mereka membawahi 781 pangkalan gas subsidi untuk masyarakat tidak mampu. Tahun 2025 ini, kuota final untuk gas LPG 3 kilogram di Kota Malang sebanyak 34.478 tabung. 

”Hingga bulan Juli lalu, kami sudah menyalurkan 59 persen dari total kuota,” ujar Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi. Artinya, masih ada 20.416 tabung lagi yang bakal disalurkan di Kota Malang hingga akhir tahun. 

Penyaluran 10 persen dari pangkalan untuk pengecer itu merupakan aturan untuk memitigasi mark-up harga LPG. Ahad mengimbau masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan saja. Sebab, standar banderol di sana sudah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Apabila ditemukan harga di atas itu, lebih baik masyarakat melapor saja. 

Edi Harianto, salah satu pengecer LPG 3 kilogram di Jalan Sudimoro, Kecamatan Lowokwaru mengaku sejak hari raya Idul Fitri dia sudah dibatasi membeli LPG. Sebelum ada aturan 10 persen itu, Edi biasa mengambil 10 tabung gas di pangkalan setiap harinya. Namun saat ini, maksimal hanya dari tiga tabung per hari.

”Kami hanya mengambil untung Rp 2 ribu untuk biaya transport,” ujar Edi. Dia biasa membeli LPG di pangkalan seharga Rp 19 ribu per tabung. Edi menjual gasnya seharga Rp 21 ribu per tabung. 

Mayoritas pembeli tabung gas di tokonya adalah ibu-ibu. Terutama saat malam hari. Sebab, pangkalan sudah tutup, namun beberapa tetangga sering kehabisan gas saat memasak tengah malam. Itu celah yang dimanfaatkan Edi untuk menggaet pelanggan. 

”Kalau toko saya buka 24 jam, jadi sekarang sering kehabisan stok tabung padahal ada saja yang cari pas malam hari,” paparnya. Untuk itu Edi tetap mempertahankan jualan LPG 3 kg meski tidak terlalu menguntungkan. (aff/by) 

Editor : A. Nugroho
#pengecer #gas lpg 3 kg #Konsumen #Kota Malang