Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sewa Motor di Malang, Cara Turis Mancanegara Menjelajah Tanpa Batas

A. Nugroho • Jumat, 15 Agustus 2025 | 18:30 WIB
ROADTRIP: Empat turis menyewa motor di Malang untuk touring bersama.
ROADTRIP: Empat turis menyewa motor di Malang untuk touring bersama.

KOTA MALANG – Bagi para turis asing, terutama bule backpacker, Malang bukan sekadar kota singgah. Dari sini, mereka memulai petualangan ke berbagai sudut Jawa Timur. Dari kabut tipis di Bromo, derasnya air terjun Tumpak Sewu, hingga birunya kawah Ijen. Dan bagi mereka, kunci pembuka semua itu sering kali hanyalah sebuah kunci motor sewaan.

 

Di depan Stasiun Kota Baru Malang, Omah Motorent Malang sudah lama menjadi langganan wisatawan mancanegara. Lokasinya yang strategis membuat turis asing tak perlu repot mencari transportasi begitu tiba di kota. Cukup keluar dari stasiun, tempat penyewaan motor ini sudah siap menunggu.

 

Koleksi motornya cukup bervariasi dan semuanya dalam kondisi terawat, siap dipakai untuk berbagai kebutuhan. Entah itu sekadar keliling kota, menjelajah desa-desa di sekitar Malang, atau menuju destinasi wisata yang lebih jauh. Setiap unit sudah dilengkapi dua helm dan jas hujan, jadi penyewa tak perlu repot membeli perlengkapan tambahan. Satu-satunya yang belum termasuk adalah bahan bakar, yang bisa diisi sesuai kebutuhan perjalanan.

 

“Kalau turis mancanegara itu hampir nggak ada peak season-nya,” ujar Noel, pemilik Omah Motorent Malang. Noel mengatakan bahwa turis asing tidak mengenal waktu. Mereka bisa datang kapan saja. "Beda sama tamu domestik yang biasanya ramai saat musim liburan, wisatawan asing bisa datang kapan saja, bahkan di hari biasa," imbuhnya saat diwawancarai Rabu lalu (13/8).

 

Meski ada aturan jelas bahwa motor tidak boleh digunakan menuju kawasan Bromo Tengger Semeru, hal ini sama sekali tidak menyurutkan antusiasme wisatawan. Justru, banyak yang memanfaatkan kesempatan untuk menemukan rute alternatif. Beberapa turis memilih menyusuri jalur pesisir Malang selatan, menikmati hamparan pasir putih dan deburan ombak Samudra Hindia. Untuk perjalanan ke pantai, ada biaya tambahan harian yang cukup terjangkau.

 

Selain itu, ada pula yang mengarahkan setang menuju air terjun Tumpak Sewu, destinasi spektakuler yang sering dijuluki "Niagara-nya Indonesia". Perjalanan ini memakan waktu beberapa jam dari kota, dengan biaya tambahan khusus yang sepadan dengan pengalaman yang akan didapatkan. Dari pemandangan sawah, hutan tropis, hingga suara gemuruh air terjun yang mulai terdengar dari kejauhan, sensasi petualangan dengan roda dua di Malang selalu meninggalkan kesan tak terlupakan.

 

“Sebagian besar tahu tentang kami dari website,” lanjut Noel. “Mereka biasanya sudah pesan dari jauh-jauh hari, jadi begitu sampai di Malang, motor langsung siap.”

 

Daya tarik terbesar Omah Motorent Malang bukan hanya armadanya yang terawat, tapi juga fleksibilitasnya. Turis bisa menyewa untuk sehari penuh atau beberapa hari sekaligus, mengatur rute sendiri, atau bahkan bergabung dalam open trip yang mereka adakan setiap hari. Open trip ini jadi solusi bagi solo traveler yang ingin berbagi biaya perjalanan sambil bertemu teman baru, dengan destinasi favorit seperti Bromo Sunrise, Tumpak Sewu – Bromo 2D1N, hingga Bromo – Ijen 2D1N.

 

Pelayanan yang ramah dan respons cepat membuat banyak turis kembali lagi. Noel paham benar apa yang dicari traveler: kebebasan menjelajah tanpa batas, kendaraan yang aman, dan sedikit tips lokal untuk menemukan spot-spot tersembunyi. Dari sana, perjalanan pun dimulai. Kadang berakhir di pasir pantai, kadang di puncak gunung, tapi selalu dimulai dari satu tempat yang sama: Omah Motorent Malang. (ys)

Editor : A. Nugroho
#Motor #turis #Omah Motorent Malang #sewa #rental #Kota Malang