KEPANJEN - Komoditas perikanan air tawar terus digenjot produksinya oleh Dinas Perikanan Kabupaten Malang. Terhitung dari Januari sampai Juli lalu, Kabupaten Malang menghasilkan 7.107,30 ton ikan air tawar. Produksinya meningkat drastis dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, 6.491,33 ton.
7.107,30 ton tersebut terdiri atas empat jenis ikan. Di antaranya, ikan mas 11,30 ton, nila 3.296,50 ton, gurame 79,50 ton, dan lele 3.720 ton. “Semuanya hasil budidaya yang dilakukan oleh warga, baik melalui kolam-kolam maupun Keramba Jaring Apung (KJA),” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring kemarin.
Tahun lalu, Victor melanjutkan, hasil budidaya terbanyak dari lele dan nila. Pembudidayaan lele dilakukan menggunakan kolam, sedangkan nilai melalui kolam dan KJA yang dipasang di bendungan. Salah satunya di area Bendungan Sutami-Karangkates, Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Victor mengatakan, ikan-ikan tersebut lebih banyak dijual di wilayah Malang Raya. “Sekitar 80 persen di sekitar Malang Raya. Sebagian kecil ada yang kirim sampai Surabaya dan bahkan sampai ke Bali,” ungkap Victor.
Meski mengalami peningkatan, pihaknya masih akan terus menggenjot produksinya. Terutama pada komoditas lele dan nila. Victor menjelaskan, tahun ini ada dua program yang dilaksanakan. Yaitu program unggulan peningkatan produksi ikan air tawar seperti pengembangan kampung budidaya nila dan lele di sentra pembudidaya nila dan lele. Kemudian pemberian hibah stimulan sarana budidaya nila dan lele.
Untuk kampung perikanan air tawar tersebut, per jenis ikan sudah ada lima desa yang melaksanakan. Budidaya ikan nila misalnya, terdapat di Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang. Kemudian Desa Sukoanyar di Kecamatan Wajak, Desa Sananrejo di Kecamatan Turen, Desa Bangelan di Kecamatan Wonosari, dan Desa Sumber Ngepoh di Kecamatan Lawang.
Sementara untuk budidaya lele ada di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, Desa Plaosan di Kecamatan Wonosari, Desa Ngajum di Kecamatan Ngajum, Desa Balearjo di Kecamatan Pagelaran, dan tiga Desa di kecamatan Sumberpucung. Yaitu Desa Ngebruk, Jatikerto, dan Jatigui. “Jumlahnya masih akan bertambah,” kata Victor.
Untuk pemberian hibah stimulan, sejauh ini pihaknya memberikan 100 paket bantuan hibah sarana dan prasarana budidaya ikan air tawar. Hibah tersebut berupa pakan ikan, kolam bioflok, dan benih ikan nila, lele, tombro dan gurame. “Satu paket budidaya nila berisi benih antara 10 sampai 20 ekor. Untuk lele benih antara 8 sampai 15 ribu ekor,” tandas dia. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho