Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

KEK Singhasari Bangun Hotel Rp 100 Miliar, Dorong Wisata dan Industri Kreatif

Mahmudan • Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:40 WIB
KAWASAN BISNIS: Groundbreaking pembangunan hotel di KEK Singhasari, Desa Klampok, Kecamatan Singosari dihadiri sejumlah tokoh kemarin.
KAWASAN BISNIS: Groundbreaking pembangunan hotel di KEK Singhasari, Desa Klampok, Kecamatan Singosari dihadiri sejumlah tokoh kemarin.

SINGOSARI - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari terus dikembangkan. Setelah dibangun kampus seperti King’s College London dan perusahaan industri kreatif, kawasan di Desa Klampok, Kecamatan Singosari itu akan dibangun hotel dan ruang kreatif lain. Nilai investasinya mencapai hampir Rp 100 miliar. Kemarin (20/8) dimulai groundbreaking untuk pembangunan hotel.

Chief Executive Officer (CEO) KEK Singhasari KRAT David Santoso KR menyampaikan, proyek utama pembangunan tersebut yakni Oura Hotels. Hotel tersebut dibangun dengan konsep heritage yang dikembangkan secara kontemporer. “Hotel ini akan menjadi kebanggaan, karena ada nilai-nilai budaya di dalamnya,” ucap David kemarin (20/8).

Selain itu, dia melanjutkan, juga akan ada Nomora Nomad. Yakni hotel pertama di Indonesia yang berbasis kendaraan. “Di Kabupaten Malang ini ada Bromo yang kemungkinan tidak bisa diakses tanpa kendaraan. Jadi, ini nanti ada pangkalan, sehingga bisa melayani wisatawan,” imbuhnya.

Tidak hanya hotel, di lahan tersebut juga terdapat Kafe Kalanusa. David menyebut, kafe itu didesain kekinian yang akan menjadi rujukan anak muda. Sebab, di KEK Singhasari ada KCL dan lembaga pendidikan lainnya, seperti Hello Motion High School yang sudah mendapat restu dari Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur. Saat ini, sekolah tersebut juga akan terus dikembangkan.

Sekolah tersebut diharapkan mampu menaruh porsi kepada anak-anak kreatif yang belum terwadahi. Lokasi sekolah tersebut juga akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kegiatan kreatif. Mulai pelatihan guru, sekolah inklusif yang melayani anak-anak berkebutuhan khusus, tempat bedah buku, sekolah fotografi, hingga sekolah perfilman. “Diharapkan sekolah ini menjadi seperti komunitas,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprof) Jawa Timur Adhy Karyono menilai KEK Singhasari berkembang cukup pesat. Terlebih setelah ada KCL yang menjadi daya tarik di bidang pendidikan. Selain itu, dia menyebut, juga ada potensi besar di industri kreatif, utamanya bidang animasi. “Meskipun lokasinya di KEK Singhasari, tetapi ordernya bisa sampai luar negeri. Kami juga berupaya untuk terus mengembangkan ekonomi kreatif, budaya, dan pendidikan unggul ini,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#proyek #hotel #kawasan ekonomi khusus (kek) #singhasari