PAKIS - Rute penerbangan dari Bandara Abdulrachman Saleh di Kecamatan Pakis bakal bertambah. UPT Pelayanan Jasa Kebandarudaraan (PJK) Abdulrachman Saleh terus berupaya untuk melebarkan jangkauan pesawat penumpang dari Malang menuju daerah lain. Khususnya ke Denpasar, Bali, yang terakhir beroperasi tahun 2019 lalu.
Pada 2019 lalu, Bandara yang berada di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis itu melayani sejumlah rute selain ke Jakarta. Yaitu Malang-Denpasar dan Malang-Bandung (Husein Sastranegara) yang dioperasikan maskapai Wings Air menggunakan pesawat jenis ATR 72. Dengan jadwal satu kali pulang pergi dalam satu hari. Tapi, operasionalnya berhenti lantaran pandemi Covid-19 menerjang.
Kepala UPT PJK Bandara Abdulrachman Saleh Purwo Cahyo Widhiatmoko mengatakan, bahwa penerbangan ke Denpasar adalah salah satu rute gemuk dari Malang. ”Yang saya tahu, okupansi penumpangnya bisa sampai 100 persen kalau penuh. Kalau hari biasa antara 50 sampai 70 persen,” kata dia.
Penerbangan ke Bali memang lebih menyasar kepada penumpang wisatawan mancanegara yang akan berlibur ke Kota Malang atau pantai di Malang Selatan. Purwo mengatakan, bahwa pihaknya terus mengupayakan agar ada airlines yang membuka rute tersebut.
Salah satu yang didekati adalah Wings Air yang tak lain adalah pemain lama di rute tersebut. Purwo mengatakan, maskapai milik Lion Air Group tersebut urung membuka kembali rute itu karena alasan slot penuh. ”Malah tanggal 1 September nanti rencananya mau buka penerbangan Malang ke Yogyakarta (Adisucipto) ke Lombok, dengan frekuensi setiap hari jalan. Untuk rute ke Bali itu kami berharap ada airlines lain yang menggarap,” imbuh dia.
Salah satu harapannya yang masuk Fly Jaya. Yang akhir-akhir ini akan terbang dari Jakarta (Halim Perdanakusuma) pulang pergi Jember, efektif pada September mendatang. Tapi, sejauh ini, belum ada maskapai-maskapai penerbangan yang mengajukan pembukaan rute dari Bumi Kanjuruhan ke Pulau Dewata.
Purwo menyebut bahwa pertimbangan Wings Air untuk membuka rute Malang ke Yogyakarta dan Lombok itu melihat potensi wisatawan dari dua wilayah itu ke wilayah Jawa Timur. Acuannya dari penerbangan Lombok dan Jogja ke Surabaya, diklaim sebagian dari mereka ada yang melanjutkan ke Malang. Pangsa pasar untuk penerbangan Malang ke Lombok dan Jogja juga masih bersifat meraba-raba. Alias baru diketahui setelah pembukaan penerbangan.
Pihaknya juga berkeinginan untuk membuka kembali rute dari Malang ke daerah lain seperti Bandung, Balikpapan, Tarakan dan Makassar yang tutup jauh sebelum pandemi covid-19. ”Karena Malang ini daerah wisata, kami bertekad untuk menghubungkannya ke daerah-daerah lain,” tandas Purwo. (biy/gp)
Editor : A. Nugroho