NGAJUM - Mendekati jatuh tempo, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang terus mengejar realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Salah satunya melalui giat Bapenda Menyapa Warga (BMW). Kemarin (26/8), giat BMW dilaksanakan di Kantor Desa Ngasem, Kecamatan Ngajum.
Warga menyambut kegiatan tersebut dengan antusiasme. Sejak pukul 08.00, mereka sudah datang ke kantor desa untuk menerima pelayanan dari bapenda. “Hari ini (kemarin, 26/8) hanya giat BMW saja. Jadi pelayanannya terkait PBB dan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang),” ujar Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara di sela kegiatan kemarin.
Selain membayar PBB, dia melanjutkan, masyarakat juga dapat mengajukan keberatan, mutasi gabung, mutasi pecah, dan mutasi penuh SPPT. Selain itu, juga dapat mengajukan pembatalan, pembetulan ejaan atau data WP), pembetulan (luas), pembetulan (online), pendaftaran baru, pengaktifan NOP (Nomor Identitas Objek Pajak), hingga pengurangan SPPT. Itu bisa diajukan secara perorangan maupun kolektif. “Kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat supaya tertib membayar pajak,” kata pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Dengan adanya giat BMW, diharapkan perolehan PBB bisa mencapai target. Setidaknya hingga akhir tahun. Sementara menurut data bapenda, PBB telah terealisasi Rp 78,12 miliar. Dengan target Rp 114,62 miliar, capaiannya sudah 68,16 persen.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Ngasem Moch. Rifai menyampaikan, awalnya dia meminta pendampingan terkait tim pembayaran PBB 2025 supaya lancar. Kemudian pemerintah desa (pemdes) mengajukan pelayanan BMW pada Juli 2025. Hal tersebut karena banyaknya permasalahan terkait PBB di desanya. Mulai dari nama di SPPT yang belum berubah hingga namanya ganda. Setelah berembug, pemdes dan bapenda sepakat menggelar BMW dan dijadwalkan pada kemarin. “Kami mendapat kuota 150 orang dengan dua pelayanan. Jika orang tersebut membutuhkan empat pelayanan, bisa mengambil dua nomor antrean,” kata Rifai.
Untuk mendapat pelayanan tersebut, dia mengatakan, warga harus membawa fotokopi KTP, KK, surat kepemilikan bidang tanah maupun bangunan, dan SPPT yang lama. “Bukti PBB Desa Ngasem sudah 75 persen terbayarkan per hari ini,” ucapnya. Dengan adanya kegiatan BMW, pihaknya berharap, masyarakat di desanya semakin sadar pajak. Sehingga capaiannya bisa 100 persen. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho