Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tingkat Deflasi di Kota Malang Bulan Agustus Masih Rendah

Aditya Novrian • Rabu, 3 September 2025 | 16:11 WIB
BAHAN POKOK: Seorang pedagang tomat di Pasar Samaan melayani pembeli kemarin siang (2/9).
BAHAN POKOK: Seorang pedagang tomat di Pasar Samaan melayani pembeli kemarin siang (2/9).

MALANG KOTA - Indeks harga konsumen (IHK) Kota Malang pada Agustus tercatat mengalami deflasi 0,07 persen. Penurunan ini dipicu oleh harga beberapa komoditas hortikultura yang turun signifikan dibanding Juli. Terutama tomat yang sempat melonjak setelah libur panjang.

Harga tomat pada Juli lalu sempat berada di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogram. Namun, pada Agustus, harga kembali normal di level Rp 6 ribu per kilogram. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjaifudin menjelaskan penurunan ini terjadi karena bulan Agustus bertepatan dengan panen raya.

”Momennya memang setelah libur panjang semua harga naik, lalu sekarang kembali normal. Panen raya membuat pasokan melimpah sehingga harga turun,” jelasnya.

Meski terjadi deflasi, beberapa komoditas tetap mencatat inflasi. Antara lain beras, emas perhiasan, daging ayam ras, pepaya, dan biaya akademi atau perguruan tinggi. Inflasi dari komoditas tersebut menahan deflasi lebih dalam, sehingga kondisi ekonomi Kota Malang masih relatif seimbang.

Umar menilai deflasi di Agustus tergolong wajar. ”Dampak positifnya, inflasi masih bisa dikendalikan. Utamanya karena harga bahan pokok berhasil ditekan ke angka ideal. Namun sisi negatifnya, petani seperti tomat dan cabai rawit merasakan penurunan harga saat panen raya,” katanya.

Ia menambahkan, jika deflasi terjadi terus-menerus setiap bulan, risiko perlambatan ekonomi meningkat. Itu karena produsen bisa menahan produksi bahkan hingga menurunnya investasi.

Di lapangan, pedagang pasar Samaan Riani merasakan langsung dampak penurunan harga. Menurutnya, harga beberapa komoditas mulai normal, terutama tomat yang turun hampir 50 persen. Namun, tingkat konsumsi masyarakat belum pulih. ”Sekarang jualannya tidak seramai dulu. Warga lebih waswas terhadap kondisi ekonomi dan memilih belanja seperlunya saja. Penjualan toko saya turun sekitar 20 persen,” ungkap Riani. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#bps #Kota Malang #IHK #Deflasi