KOTA MALANG – Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang akan menggelontorkan dana Rp 200 triliun ke Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara), dinilai berisiko oleh praktisi ekonomi syariah dan Kepala UPT Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Malang Dr. Suud Fuadi, M.E.I. Karena kondisi perekonomian masyarakat menengah ke bawah saat ini sedang kurang baik dan daya belinya menurun.
Sehingga jika bank menggelontorkan kredit atau mempermudah kredit sekalipun kepada masyarakat atau badan usaha maka belum tentu berdampak terhadap daya beli masyarakat. Karena bisa jadi meski stok produk banyak masyarakat tidak mampu membeli.
Pemilik koperasi dan BPR syariah ini bisa menyampaikan demikian, karena sebagai praktisi lembaga keuangan yang menyalurkan kredit kepada masyarakat mengetahui kondisi nasabahnya yang kebanyakan masyarakat menengah ke bawah. Mereka mengaku sedang mengalami kesulitan ekonomi yang mana kondisi itu juga berimbas kepada kredit macet. “Dan itu diakui oleh semua lembaga keuangan tidak hanya BPR Syariah, tapi juga bank-bank umum,” katanya.
Apa dampak dari saya beli yang rendah ini? Menurut dia, dampak daya beli yang rendah menyebabkan produk yang dihasilkan oleh para badan usaha tidak terjangkau untuk dibeli masyarakat. Dengan demikian meski para pengusaha mendapat kucuran kredit banyak dari kebijakan menteri keuangan tersebut, kemudian bisa produksi banyak, bisa saja produknya sulit terjual. “Kalau hal semacam ini terjadi bisa menyebabkan over supply dan inflasi,” jelas dia.
Untuk itu menurut dia, yang penting dilakukan oleh pemerintah adalah membuat kebijakan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat menengah bawah. Yang mana mereka kebanyakan bergerak di UMKM dan pertanian. Dua sektor tersebut hendaknya mendapat perhatian lebih dari pemerintah agar perekonomian rakyat menengah ke bawah bisa berputar dan tumbuh sehingga daya belinya bisa naik. Kalau daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang jumlahnya sangat banyak itu daya belinya naik maka perekonomian nasional akan berputar lebih cepat.
Terkait gelontoran dana ke bank Himbara, menurut dia jika penyalurannya tidak tepat, misalnya lebih banyak untuk kebutuhan konsumsi, bukan produktif maka juga bisa menyebabkan kredit macet. Jika hal ini terjadi dampaknya akan lebih buruk lagi. Maka, pihak bank harus tetap selektif dalam mengucurkan dana tersebut. Jangan sampai salah menyalurkan dananya.(lid)
Editor : Kholid Amrullah