Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Naik Kelas Bersama Rumah BUMN BRI, UMKM Fashion Asal Bandung Semakin Dikenal dan Berhasil TembusPasar Internasional

Aditya Novrian • Sabtu, 20 September 2025 | 22:29 WIB

Photo
Photo

BANDUNG – Netaly, brand modest fashion asal Bandung yang berdiri sejak 2003, terus membuktikan konsistensinya dalamberinovasi dan berkembang. Berkat dukungan dari BRI melaluiberbagai program pemberdayaan UMKM, Netaly kini tidak hanyadikenal di pasar lokal, tetapi juga mulai diminati oleh buyerinternasional.

Founder Netaly, Yuli Lubis mengenang awal perjalanan bisnisnyaketika pilihan busana modest modern masih sangat terbatas. Kemudian, dengan keberanian berinovasi, Netaly hadirmemadukan material khas Nusantara seperti batik, tenun, dan sarung dengan desain modern serta detail sulam tangan. “Bahkankami sempat membuat koleksi dengan bahan sarung yang divariasikan dengan denim, dan saat itu cukup booming,” ungkapYuli.

Bagi Yuli, selain inovasi, hal yang tak kalah pentingadalah jikasebuah usaha dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Keyakinan tersebut yang membuatnya turut melibatkan ibu-iburumah tangga di sekitar tempat usaha untuk mengerjakan detail sulam tangan dari rumah. Cara ini membuat para ibu tidak hanyaterlibat dalam proses kreatif, tetapi juga memiliki kesempatanberkontribusi pada ekonomi keluarga.

“Kami melibatkan ibu-ibu sekitar untuk mengerjakan detail sulamtangan. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan tambahanpenghasilan sekaligus punya keterampilan baru. Jadi Netaly tidakhanya mengembangkan brand, tapi juga memberi dampak positifbagi komunitas,” ujarnya.

Seiring perkembangan usahanya, Yuli menyebut tahun 2025 sebagai titik balik bagi Netaly, khususnya ketika ia bergabungdengan Rumah BUMN BRI Bandung. Melalui program pembinaan UMKM yang meliputi pelatihan, pendampingan, dan networking dengan sesama UMKM, Yuli mengaku sangat terbantu dalam pengembangan usahanya.

Komitmen Yuli untuk terus belajar bisnis dan mengembangkanNetaly juga tercermin dari partisipasinya dalam BRIncubator, sebuah program pembinaan berjenjang Rumah BUMN di bawahnaungan BRI yang menghadirkan pelatihan terfokus dan pendampingan intensif agar UMKM mampu naik kelas. Materiyang diberikan pada program tersebut mencakup communication & negotiation skills, budaya inovasi, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, hingga manajemen rantai pasok sertapendampingan intensif yang khusus membahas persoalan usaha.

Bekal dari proses tersebut semakin memperkuat identitas Netalysebagai brand yang konsisten mengangkat craft lokal dengansentuhan modern. Karakter inilah yang berhasil mencuri perhatiandewan juri. Puncaknya, Netaly meraih predikat Juara 1 BRIncubator 2025 untuk Kategori Fashion & Beauty. Hal inimenjadi sebuah pencapaian yang menegaskan kapasitas UMKM Indonesia untuk bersaing di level nasional maupun global.

Perjalanan tersebut akhirnya membawa Netaly pada perkembangan yang signifikan. Diketahui, untuk saat ini, produksi Netaly mampu mencapai ribuan potong busana per bulan. Koleksinya juga berhasil lolos kurasi menjadi salah satuUMKM untuk tampil di berbagai fashion show, dan siapdipamerkan hingga Melbourne, Australia. Dari sisi bisnis, omzetbulanan Netaly kini mencapai ratusan juta rupiah, sekaligusberhasil menarik pembeli dari mancanegara seperti Malaysia, Rusia, Jepang, Filipina, dan Hong Kong.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhannymenyampaikan bahwa keberhasilan Netaly menjadi bukti nyatakomitmen BRI dalam mendampingi UMKM agar dapat naik kelas dan terus berkembang. Ia menegaskan, melalui program-program pemberdayaan seperti Rumah BUMN dan BRIncubator, BRI tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga pembinaan, pendampingan bisnis, hingga membuka peluangjejaring pasar hingga go global.

“Strategi ini sejalan dengan upaya BRI untuk memperkuatekosistem UMKM di Indonesia. Dengan kombinasi literasi, digitalisasi, dan fasilitasi akses, UMKM diharapkan dapatmeningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai tambah di pasar,” tutup Dhanny.

Editor : Aditya Novrian
#Rumah BUMN