Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Malang Tetap Geber Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga Akhir Desember

Aditya Novrian • Rabu, 24 September 2025 | 16:45 WIB
SERBAMURAH: Petugas Gerakan Pangan Murah melayani warga di kantor Kecamatan Kedungkandang kemarin. Pemkot memastikan GPM terus digeber hingga Desember 2025.
SERBAMURAH: Petugas Gerakan Pangan Murah melayani warga di kantor Kecamatan Kedungkandang kemarin. Pemkot memastikan GPM terus digeber hingga Desember 2025.

MALANG KOTA – Harga bahan pokok penting (bapokting) di Kota Malang kembali bergejolak. Cabai rawit misalnya, kini tembus Rp 45 ribu per kilogram. Padahal harga normal hanya Rp 30 ribu–Rp 35 ribu per kilogram.

Untuk meredam lonjakan harga, Pemkot Malang gencar menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kemarin (23/9), GPM dilaksanakan di halaman kantor Kecamatan Kedungkandang. Sejumlah komoditas seperti cabai, tomat, minyak goreng, hingga beras dijual lebih murah dibanding harga pasaran. Selisih harga yang ditawarkan bisa Rp 1 ribu sampai Rp 6 ribu.

”GPM ini akan kami gelar secara intens hingga akhir tahun (2025) karena masih ada jatah sekitar 60 kali,” ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Menurutnya, GPM kemarin relatif sepi karena pengumuman hanya sehari sebelumnya. Hal itu mengikuti instruksi Gubernur Jatim yang menggelar GPM serentak di beberapa daerah.

Ke depan, pemkot bakal lebih masif menyosialisasikan jadwal GPM. Pemkot juga menggandeng Bulog Divre Malang dan Perumda Tunas untuk memastikan suplai stabil.

Harga yang ditawarkan pun cukup signifikan. Minyakita dijual Rp 15.500 per liter, lebih rendah dari harga pasar Rp 16.458. Gula pasir hanya Rp 15 ribu per kilogram, sementara di pasar Rp 16.422. Cabai rawit dipatok Rp 15 ribu per setengah kilogram, jauh lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai Rp 45 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan Hariyadi menambahkan, selama September pihaknya sudah menggelar 16 kali GPM di lima kecamatan. Respons warga cukup tinggi, terbukti semua bapokting selalu habis terjual. ”Omzetnya mencapai Rp 273,6 juta hanya dalam satu bulan,” ungkapnya. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#gerakan pangan murah #Dispantan #malang #Pemkot