Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Petakan Titik Potensial Penyerapan Beras SPHP di Kota Malang

Aditya Novrian • Kamis, 25 September 2025 | 16:16 WIB
LEBIH MURAH: Petugas Bulog Cabang Malang membantu penyaluran beras SPHP kepada warga kemarin.
LEBIH MURAH: Petugas Bulog Cabang Malang membantu penyaluran beras SPHP kepada warga kemarin.

MALANG KOTA – Stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kota Malang saat ini tergolong aman. Hanya saja, penyerapannya belum merata. Di kawasan tengah kota yang lebih metropolitan, masyarakat cenderung memilih beras premium dibanding SPHP.

Karena itu Pemkot Malang mulai memetakan titik-titik baru untuk penyaluran beras SPHP. Tidak hanya lewat pasar tradisional atau gerakan pangan murah (GPM). Tetapi juga ke wilayah yang dinilai potensial. Misalnya kawasan perbatasan kota dan kabupaten serta permukiman padat seperti Kecamatan Kedungkandang.

”Penyerapannya nanti tidak hanya melalui pasar atau GPM. Banyak masyarakat yang belum tahu keberadaan beras SPHP, atau sudah tahu tapi aksesnya terlalu jauh,” terang Wali Kota Malang Wahyu Hidayat kemarin.

Ia menambahkan, sebagian warga pasar tradisional masih menggunakan beras SPHP. Namun distribusinya harus terus dikaji agar lebih tepat sasaran. Wahyu pun meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) aktif memetakan potensi penyerapan di berbagai titik.

Saat ini harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP ditetapkan Rp 12.500 per kilogram. Di pasaran, harganya sekitar Rp 12 ribu. Sementara jika dijual melalui GPM, warga bisa mendapat harga lebih murah, yakni Rp 11.500.

”Penyaluran SPHP secara intensif diharapkan mampu mengintervensi harga beras premium. Sebab harga premium cenderung naik. Untuk menjaga stabilitas harga, penyalurannya perlu terus digenjot,” tegas Wahyu.

Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan Hariyadi menambahkan, stok beras SPHP mencapai 40 ribu ton. Khusus September, penyaluran sudah 617,5 kilogram. Jalurnya melalui pengecer pasar, pengecer luar pasar, outlet Bulog, pos Malang, dan GPM.

”Penyelenggaraan GPM akan kami masifkan di titik strategis, agar makin dekat dengan masyarakat pengguna SPHP,” jelas Slamet. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#SPHP #Stok beras #gpm #Kota Malang #Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan