Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perajin Batik di Kota Malang Kembangkan Aneka Motif hingga Edukasi Digital

Mahmudan • Jumat, 3 Oktober 2025 | 17:35 WIB
KREATIF: Seorang pegawai Soendari Batik Art and Gallery Malang menunjukkan cara membuat batik kemarin (2/10).
KREATIF: Seorang pegawai Soendari Batik Art and Gallery Malang menunjukkan cara membuat batik kemarin (2/10).

MALANG KOTA – Seiring terus bertambahnya usaha kerajinan batik, persaingan pun semakin ketat. Untuk menjaga eksistensi, para perajin batik harus gencar berinovasi. Soendari Batik Art and Gallery Malang misalnya, yang mengembangkan aneka motif batik hingga menyediakan edukasi batik melalui media digital.

Dari segi motif, Soendari Batik Art and Gallery Malang fokus ke nuansa Malangan. Mulai dari topeng, trembesi, hingga motif batik yang digunakan pada arca Ganesya dan arca Mahakala. ”Motif tersebut kemudian dituangkan dalam dua jenis batik, yakni batik cap dan batik tulis,” ujar pengelola Soendari Batik Art and Gallery Malang Satria Paramandana, kemarin (2/10).

Namun secara permintaan, dia melanjutkan, batik yang lebih diminati adalah batik cap. Biasanya batik cap dipesan untuk kebutuhan seragam dari instansi seperti perangkat daerah, sekolah, rumah sakit, hingga perbankan.

Selain batik cap, batik tulis juga memiliki peminat. Batik tulis dibuat dengan proses sketsa terlebih dulu. Dilanjutkan pencantingan, pewarnaan menggunakan remasol, penguncian warna, hingga perebusan.

Dari aneka motif dan batik yang dibuat, Soendari Batik Art and Gallery Malang bisa menjual 50 sampai 100 produk per bulan. Baik dalam bentuk kain maupun yang sudah berupa produk seperti syal, baju jadi, dan lainnya. "Kalau harganya mulai dari Rp 30 ribu untuk souvenir, sementara yang berupa kain mulai Rp 200 ribu," sebut Satria.

Karena harganya terjangkau, peminat batiknya tidak hanya dari Malang. Mereka pernah mendapat pesanan dari luar negeri seperti Malaysia dan Filipina.

Satria melanjutkan, pihaknya tidak sekadar memproduksi batik, tetapi juga rutin memberikan edukasi terkait batik. Salah satunya melalui media digital yakni Zoom. Edukasi yang diberikan mulai dari sejarah hingga filosofi batik. Edukasi melalui digital dilakukan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

"Jadi meskipun kami memanfaatkan edukasi melalui digital, kami tetap mengutamakan edukasi dan praktik langsung," tegasnya. Inovasi lainnya berupa penyediaan produk Batik Kit. Di dalamnya terdapat peralatan membatik seperti canting. Dengan produk tersebut, masyarakat bisa belajar membatik di rumah sendiri. (mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#Edukasi #malang kota #batik #kerajinan #Produk