MALANG KOTA – DPRD Kota Malang bakal ikut berhemat tahun depan menyusul turunnya proyeksi Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 21 persen. Mereka berencana memangkas jumlah peserta kegiatan reses pada 2026.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Siraduhitta, mengatakan efisiensi memang harus dilakukan agar program tetap berjalan, salah satunya di agenda reses atau serap aspirasi. ”Tahun ini maksimal 500 orang, tahun depan kemungkinan cukup 200 orang. Bisa lebih sedikit,” ujar wanita yang akrab disapa Mia itu, kemarin (7/10).
Berdasarkan data sementara, nilai TKD Kota Malang pada 2026 diperkirakan hanya Rp1,05 triliun, turun dari Rp1,34 triliun tahun sebelumnya. Kondisi itu mendorong DPRD melakukan penyesuaian program agar tetap sejalan dengan kemampuan keuangan daerah.
Meski jumlah peserta berkurang, Mia menegaskan substansi reses tetap sama. ”Aspirasi warga tetap kami serap. Alternatifnya, anggota dewan bisa memperbanyak kunjungan ke daerah pemilihan (dapil) yang tidak memerlukan biaya besar,” jelas politisi PDIP tersebut.
Selain reses, porsi kunjungan kerja (kunker) juga bakal disesuaikan. ”Kunker tetap penting sebagai studi banding, tapi porsinya akan dikurangi agar sesuai dengan kondisi anggaran,” tambah legislator dapil Kedungkandang itu.
Amithya berharap langkah efisiensi itu bisa menjaga stabilitas keuangan daerah tanpa mengurangi efektivitas kinerja DPRD. ”Intinya, pelayanan publik tetap jadi prioritas,” tegasnya. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho