Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

100 Warga dari 4 Kecamatan di Kabupaten Malang Ikut Pelatihan Linting Rokok

Bayu Mulya Putra • Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:14 WIB
DIIKUTI 100 PESERTA: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggelar pelatihan melinting rokok di El Hotel, Desa Ngijo, Karangploso, kemarin.
DIIKUTI 100 PESERTA: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggelar pelatihan melinting rokok di El Hotel, Desa Ngijo, Karangploso, kemarin.

 

KARANGPLOSO - Dari industri rokok kembali ke pelakunya. Prinsip itu diusung Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang lewat pelatihan kerja yang digelar di El Hotel, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, kemarin (13/10). Dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), 100 perempuan diajak mengikuti pelatihan linting rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Dari pelatihan itu, mereka bakal disalurkan ke pabrik-pabrik rokok. Pelatihan dibuka pada pukul 09.30. Para peserta pelatihan berusia antara 20 sampai 30 tahun menempati dua ruangan. Di dalam ruangan itu sudah disiapkan alat linting rokok dari kayu, kertas papir, tembakau, dan lem.

”Yang dilatih adalah teknik membuat rokok SKT yang bagus. Harus sabar dan telaten,” kata Staf HRD PT Karya Bina Sentausa Amar Fauzi Ramadhan sebagai pemateri. Dia menyebut bahwa peserta yang mengikuti pelatihan kemarin adalah warga di sekitar Kecamatan Karangploso. Ada pula yang dari Kecamatan Pakis, Singosari, dan Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Amar menambahkan, para peserta disiapkan untuk segera terjun di industri rokok. Tidak menutup kemungkinan, bisa juga masuk sebagai tenaga linting di PT pembuat rokok merek A Satu dan Toppas tersebut.

Kepala Disperindag Kabupaten Malang M. Nur Fuad Fauzi menyebut, pelatihan kerja kemarin adalah tahap ke-14 dan 15 yang dilaksanakan tahun ini dengan memanfaatkan DBHCHT. ”Satu tahapnya melibatkan 50 peserta,” sebut dia.

Peserta yang ikut umumnya berminat bekerja di sektor itu. Di satu sisi, pelatihan linting rokok dilakukan untuk menjawab kebutuhan industri rokok di Kabupaten Malang.

Fuad menyebut masih ada kekurangan sekitar 6 ribu tenaga giling di banyak pabrik. ”Kami sementara ini masih bisa memenuhi seribu (tenaga). Sistemnya, mereka (pabrik) yang membutuhkan (tenaga kerja) bersurat ke kami untuk diadakan pelatihan kerja,” imbuh dia.

Setelah ikut pelatihan, para peserta bisa langsung kerja. Sejauh ini, ada 114 pabrik rokok yang beroperasi di Kabupaten Malang. Selanjutnya ada 20 pabrik lagi yang segera beroperasi. Rata-rata pabrik itu juga memanfaatkan tembakau lokal Kabupaten Malang. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#industri rokok #Disperindag #DBHCHT #malang #Kabupaten