MALANG KOTA – Pemkot Malang membuka peluang kerja sama dengan Bulgaria. Kesempatan itu dibahas dalam pertemuan antara Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin dan Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia Tanya Dimitrova di Balai Kota Malang pekan lalu. Pertemuan tersebut membahas potensi kolaborasi di bidang pendidikan, teknologi, hingga kebudayaan.
Ali menyebut, pertemuan dengan perwakilan Bulgaria itu bukan sekadar silaturahmi. Tetapi juga menjadi langkah awal menjajaki hubungan kerja sama antardaerah dan antarnegara.
”Kami melihat ada peluang besar di bidang pendidikan tinggi dan sains. Termasuk kemungkinan riset bersama antara perguruan tinggi di Kota Malang dan universitas di Bulgaria,” ujarnya.
Selain sektor pendidikan, Pemkot Malang juga tertarik membuka ruang di bidang ekonomi dan kebudayaan. Ali berharap, lewat kerja sama ini, produk unggulan dan hasil UMKM Kota Malang bisa dikenal di pasar Eropa Timur. ”Harapannya ada pertukaran budaya, dan kami bisa memperkenalkan produk UMKM lewat business matching di sana,” tambahnya.
Dalam pembahasan tersebut, peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sektor formal juga turut diangkat. Saat ini, terdapat sekitar 260 PMI asal Kota Malang yang bekerja di luar negeri. Mayoritas berada di kawasan Asia Timur. Menurut Ali, dengan terbukanya peluang di Bulgaria, pekerja asal Kota Malang bisa memiliki pilihan negara tujuan yang lebih luas.
Pertemuan itu berlangsung hangat. Tanya Dimitrova menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang bisa dijalankan bersama Kota Malang. Ia menilai Malang memiliki potensi besar di bidang pendidikan dan kebudayaan.
”Kami dengan senang hati akan mencarikan akses kerja sama dalam pendidikan, bisnis, maupun kebudayaan. Ini bisa dikoneksikan langsung dengan Kota Malang,” kata Tanya. (adk/adn)
Editor : A. Nugroho