Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Target Retribusi Pasar di Kota Malang Naik Rp 2,7 Miliar

Mahmudan • Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:45 WIB
HARGA MIRING: Pengunjung Pasar Besar Malang memilih busana di salah satu lapak pedagang.
HARGA MIRING: Pengunjung Pasar Besar Malang memilih busana di salah satu lapak pedagang.

MALANG KOTA - Eksekutif dan legislatif menyepakati kenaikan target retribusi pasar pada 2026. Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang wajib menyetorkan minimal Rp 10,2 miliar tahun depan. Angka itu naik Rp 2,7 miliar dibandingkan 2025.

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Bayu Rekso Aji menerangkan, target retribusi tahun ini Rp 8,5 miliar. Menurutnya, target tersebut masih jauh dari potensi, yakni Rp 16 miliar. Hal itu sesuai perhitungan dari dewan.

Karena masih jauh dari potensi, dewan menekankan ada peningkatan target meskipun dilakukan secara bertahap. Sehingga tahun depan disetujui target retribusi pasar naik Rp 2,7 miliar. "Kami minta ke depan ada pendataan potensi secara riil dan menyeluruh di 26 pasar tradisional ko. Untuk tahun depan, sementara disetujui kenaikan Rp 2,7 miliar," ujar Bayu.

Untuk mencapai target itu, Bayu menekankan, pemkot harus mulai menerapkan pembayaran melalui e-retribusi. Sehingga kebocoran pendapatan bisa diminimalkan. "Dengan sistem digital, pendataan lebih akurat. Kebocoran bisa berkurang dan transparansi keuangan meningkat," tegasnya.

Dengan optimalisasi digitalisasi retribusi, anggaran APBD untuk perawatan pasar di Kota Malang berpotensi meningkat. Hal ini sekaligus menjawab keluhan pedagang mengenai buruknya kondisi fasilitas pasar.

Selama ini, Bayu mengatakan, banyak pedagang mengeluhkan minimnya pemeliharaan. Mulai dari atap bocor, drainase mampet, hingga fasilitas yang terkesan kumuh. Akibatnya, pedagang kerap melakukan perbaikan secara swadaya.

"Ujungnya dari retribusi ini akan kembali ke pedagang juga lewat perbaikan besar. Semakin tinggi realisasi, semakin banyak pasar bisa diperbaiki," tandas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Terpisah, Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi bakal memaksimalkan e-retribusi untuk meningkatkan setoran tahun depan. Direncanakan ada lima pasar yang dipasang pembayaran elektronik. Sementara ini yang sudah pasti hanya Pasar Oro-Oro Dowo dan Pasar Klojen.

Eko menerangkan, banyaknya bedak yang kosong membuat setoran retribusi belum sesuai potensi, yakni Rp 16 miliar. Contohnya ada pedagang yang punya dua bedak, biasanya satu digunakan untuk gudang sehingga tidak ditarik retribusi. "Meskipun banyak tantangan di lapangan kami akan memaksimalkan retribusi tahun depan. Karena target sudah disepakati menjadi Rp 10,2 miliar," tandas Eko. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#dprd #Diskopindag #malang #Retribusi Pasar #APBD