Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jamin Stok Beras Aman hingga Akhir 2025, Satgas Pangan Tak Temukan Indikasi Penimbunan Barang

Aditya Novrian • Senin, 27 Oktober 2025 | 22:14 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

SINGOSARI – Harga beras di Kabupaten Malang masih aman. Tak ada lonjakan berarti meski akhir tahun tinggal hitungan minggu. Pantauan Satgas Pangan saat turun ke lapangan pekan lalu menunjukkan stok barang masih aman.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Muchammad Nur yang mengatakan, pengecekan menjadi bagian dari langkah kepolisian menjaga kestabilan harga bahan pokok, terutama beras. Menurutnya, menjelang akhir tahun sering muncul kekhawatiran adanya penimbunan atau permainan harga oleh pihak tertentu. Karena itu, pengawasan dilakukan secara langsung ke lapangan.

”Dari hasil pantauan, stok beras masih aman dan harga di pasaran tergolong stabil. Tidak ditemukan indikasi penimbunan maupun praktik curang lainnya,” ujar Nur kepada Jawa Pos Radar Kanjuruhan kemarin.

Berdasar hasil pengecekan, harga beras jenis medium di pasaran berkisar antara Rp13.250 hingga Rp15.400 per kilogram. Sementara beras premium dijual di kisaran Rp74.000 hingga Rp77.000 per lima kilogram. Nur menyebut angka tersebut masih tergolong wajar dan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Ia memastikan, pemantauan semacam ini tidak hanya dilakukan sekali. Tim gabungan akan terus bergerak ke sejumlah pasar lain untuk memastikan harga bahan pokok tetap terkendali hingga akhir tahun. ”Kami ingin memastikan masyarakat tidak terbebani. Kalau ada lonjakan harga, kami akan cari penyebabnya. Bila ada pelanggaran, pasti kami tindak,” tegasnya.

Sejauh ini, kata Nur, belum ditemukan adanya pelanggaran distribusi maupun kelangkaan stok. ”Kondisi pasokan masih aman dan stabil. Warga tidak perlu khawatir menghadapi akhir tahun. Kami pastikan kebutuhan beras tetap terpenuhi,” tandasnya.

Pemantauan dilakukan oleh Satgas Pangan Mabes Polri bersama sejumlah instansi terkait. Di antaranya Perum Bulog Jatim, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, serta BPS Jawa Timur. Tim gabungan tersebut mendatangi sejumlah titik pemantauan, mulai Pasar Tradisional Singosari, belasan toko sembako, hingga gudang distribusi Alfamart di kawasan Singosari. (yad/adn)

 

Editor : A. Nugroho
#het #beras #Kabupaten Malang #bahan pokok