Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ekonomi Jawa Timur Melesat 1,70 Persen, Khofifah: Bukti Soliditas Semua Pihak

Aditya Novrian • Kamis, 13 November 2025 | 17:42 WIB
Khofifah Indar Parawansa
Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan tekanan ekonomi global, Jawa Timur justru menunjukkan ketangguhan ekonomi. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 November 2025 mencatat, perekonomian Jawa Timur tumbuh 1,70 persen secara quarter to quarter (qtq) pada kuartal III dan  menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai capaian tersebut sebagai bukti soliditas ekonomi daerah. ”Alhamdulillah, ekonomi Jatim tumbuh 1,70 persen. Ini pertumbuhan tertinggi se-Pulau Jawa dan menunjukkan daya tahan luar biasa,” ujarnya di Surabaya, Selasa (11/11).

Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat yang mampu menjaga pertumbuhan secara stabil dan inklusif. Secara year on year (yoy) dibanding kuartal III 2024, perekonomian Jatim tumbuh 5,22 persen atau lebih tinggi dari rata-rata nasional yang mencapai 5,04 persen.

Dengan kontribusi 25,65 persen terhadap ekonomi Pulau Jawa dan 14,54 persen secara nasional, Jawa Timur tetap menjadi penggerak ekonomi terbesar kedua setelah DKI Jakarta.

Sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan dengan kontribusi 1,87 persen. Pertumbuhan tertinggi dicatat sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 9,18 persen, disusul jasa perusahaan yang melonjak hingga 9,89 persen.

Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa tumbuh 7,19 persen, sedangkan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) meningkat 5,25 persen.

Khofifah menambahkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III juga didorong oleh puncak panen tebu dan tembakau, peningkatan distribusi listrik dan gas, percepatan proyek infrastruktur, serta naiknya realisasi investasi.

Sementara secara tahunan, kinerja ekonomi dipengaruhi oleh peningkatan investasi, kunjungan wisatawan nusantara, dan kenaikan ekspor luar negeri.

Kinerja ekspor Jatim juga mencatat hasil positif. Selama Januari–September 2025, nilai ekspor meningkat 20,23 persen secara kumulatif dengan nilai USD 3,86 miliar. Neraca perdagangan pun surplus hingga USD 1,33 miliar. Negara tujuan utama ekspor nonmigas Jatim masih didominasi Swiss, Tiongkok, dan Amerika Serikat.

Ini bukti daya saing produk ekspor Jawa Timur semakin kuat,” ujar Khofifah. Ia menyebut misi dagang lintas provinsi turut mendorong ekspor antardaerah, dengan transaksi tertinggi tercatat di Nusa Tenggara Timur mencapai Rp1,882 triliun.

Khofifah menegaskan, capaian ini menjadi wujud semangat Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh. Menurutnya, ketangguhan ekonomi bukan hanya soal angka, tetapi juga kemampuan menjaga produktivitas, memperluas investasi, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

”Capaian ini lahir dari kerja keras bersama. Semangat gotong royong dan inovasi menjadi kunci agar ekonomi Jatim terus bertumbuh berkualitas,” pungkasnya. (*/adn)

Editor : A. Nugroho
#Surabaya #yoy #bps #PMTB