Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Indeks Bisnis UMKM BRI Q3-2025 Hasilkan Ekspansi Berlanjut, Optimisme Pelaku Usaha Meningkat

Aditya Novrian • Rabu, 3 Desember 2025 | 16:20 WIB
Photo
Photo

JAKARTA– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI merilis Indeks Bisnis UMKM untuk Q3-2025 beserta proyeksi Q4-2025. Hasil survei menunjukkan aktivitas bisnis UMKM masih berada pada fase ekspansi dengan nilai indeks 101,9. Pada saat yang sama, optimisme pelaku usaha meningkat, tercermin dari Indeks Ekspektasi Bisnis yang naik menjadi 120,7 pada Triwulan III 2025 dari 116,5 pada periode sebelumnya.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa ekspansi bisnis UMKM tersebut didorong oleh berbagai faktor yang saling menguatkan. “Harga barang input yang relatif stabil dan mudah diperoleh, serta kondisi cuaca yang kondusif, mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan hasil tangkapan ikan nelayan,” ujarnya.

Peningkatan harga jual komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan juga turut mengangkat omzet sektor-sektor tersebut. Selain itu, aktivitas proyek pemerintah dan swasta menjelang akhir tahun memberikan dorongan signifikan terutama bagi sektor konstruksi. Normalisasi aktivitas masyarakat setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah turut memperbaiki kinerja UMKM yang beroperasi di sekitar area perkantoran dan sekolah.

Sejalan dengan berbagai faktor pendukung tersebut, pelaku UMKM memandang prospek usaha pada Q4-2025 akan lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Bisnis menjadi 120,7 dari 116,5 pada Q3-2025, mengindikasikan semakin kuatnya keyakinan terhadap peluang pertumbuhan dalam beberapa bulan ke depan.

Dari sisi rentabilitas, kemampuan usaha menghasilkan laba tercatat menurun. Hal ini sejalan dengan penurunan omzet serta kenaikan harga barang input, khususnya pada industri pengolahan dan harga barang dagangan pada sektor perdagangan, yang menekan volume penjualan dan menggerus keuntungan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan pelaku UMKM dalam membayar angsuran pinjaman secara tepat waktu.

“Sementara itu, kegiatan investasi masih meningkat sejalan dengan ekspektasi membaiknya aktivitas usaha ke depan. Menyongsong Q4-2025, indeks ekspektasi seluruh komponen menguat karena kemungkinan meningkatnya permintaan pada perayaan Natal dan Tahun Baru, percepatan belanja pemerintah di akhir tahun, serta prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap baik,” tambah Akhmad.

Dari sisi sektoral, Indeks Bisnis UMKM secara umum masih berada pada zona ekspansif meski beberapa sektor mengalami perlambatan. Sektor konstruksi mencatat kinerja paling kuat dengan indeks 112,0, didorong oleh maraknya proyek pemerintah dan swasta menjelang akhir tahun.

Sektor pertanian juga menunjukkan akselerasi ekspansi berkat harga input yang terjangkau dan musim kemarau basah yang meningkatkan produktivitas tanaman padi dan hortikultura. Harga jual produk pertanian yang menarik turut mendorong perbaikan omzet.

Sektor pertambangan masih berada pada fase ekspansi karena meningkatnya permintaan pasir, batu, dan galian tanah dari sektor konstruksi. Namun, laju ekspansinya melambat akibat tingginya curah hujan di beberapa daerah serta kebijakan beberapa pemerintah daerah yang membatasi penambangan pasir.

Di sisi lain, sektor industri pengolahan, hotel dan restoran, perdagangan, serta pengangkutan mengalami perlambatan atau bahkan kontraksi. Hal ini dipicu oleh normalisasi permintaan pasca-HBKN, kenaikan harga input, daya beli masyarakat yang masih lemah, serta meningkatnya persaingan. Sektor jasa-jasa tetap mencatat ekspansi seiring normalnya kembali aktivitas pekerja dan pelajar.

Pada Q3-2025, Indeks Sentimen pelaku UMKM tercatat berada di angka 111,9, menunjukkan bahwa lebih banyak responden memberikan penilaian “baik” dibanding “buruk”. Ekspektasi untuk Q4-2025 juga menguat menjadi 134,8 dari 133,3 pada kuartal sebelumnya, ditopang oleh keyakinan terhadap prospek sektor usaha, prospek usaha masing-masing responden, dan prospek perekonomian nasional.

Dengan kondisi bisnis UMKM yang masih ekspansif serta prospek perekonomian yang diperkirakan membaik, pelaku UMKM tetap memberikan penilaian positif terhadap kemampuan pemerintah menjalankan tugas-tugas utamanya. Hal ini tercermin dari Indeks Kepuasan Pemerintah (IKP) yang tetap tinggi di angka 121,1.

Editor : Aditya Novrian
#BBRI #BRI