Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lebih dari Dua Dekade di BEI, Harga Saham BBRI Naik 48 Kali Lipat

Aditya Novrian • Rabu, 17 Desember 2025 | 02:39 WIB

Photo
Photo

JAKARTA - 
Lebih dari dua dekade melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI telah meningkat signifikan. Sejak penawaran umum perdana (IPO) pada 10 November 2003, harga saham BBRI tercatat telah naik sekitar 48 kali lipat setelah memperhitungkan berbagai aksi korporasi.

Saat IPO, BRI melepas sebanyak 3,81 miliar saham dengan harga Rp875 per saham. Sejak resmi tercatat di BEI, saham BBRI menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan. Dalam empat tahun pertama, kapitalisasi pasar BRI telah menembus Rp100 triliun, menandai tingginya kepercayaan pasar terhadap kinerja perseroan.

Momentum pertumbuhan tersebut berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Pada 2013, kapitalisasi pasar BRI mencapai Rp200 triliun dan meningkat menjadi Rp300 triliun pada 2015. Untuk memperkuat likuiditas dan memperluas basis investor, BRI melakukan dua kali stock split, yakni pada Januari 2011 dengan rasio 1:2 dan pada November 2017 dengan rasio 1:5, agar harga saham lebih terjangkau bagi investor ritel.

Memasuki awal 2020-an, penguatan saham BBRI tetap berlanjut seiring stabilitas kinerja fundamental perseroan. Pada 2022, kapitalisasi pasar BBRI berhasil menembus Rp700 triliun. Kinerja positif ini berlanjut sepanjang 2023, bahkan saham BBRI mencatatkan level tertinggi sepanjang masa. Menjelang penutupan tahun, harga saham mencapai Rp5.725 per saham pada 28 Desember 2023, dengan kapitalisasi pasar berada di kisaran Rp867 triliun.

Meski sepanjang 2025 pergerakan saham mengalami fluktuasi akibat ketidakpastian global dan domestik, sejumlah analis menilai fundamental BRI tetap solid sehingga prospek jangka panjang perseroan masih positif. Per September 2025, kapitalisasi pasar BBRI tercatat sebesar Rp591,1 triliun, menempatkan BRI di peringkat ke-114 bank terbesar di dunia dan peringkat keempat di Asia Tenggara.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa perjalanan lebih dari dua dekade BBRI di pasar modal mencerminkan konsistensi strategi bisnis dan transformasi berkelanjutan yang menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi BRI di industri keuangan nasional. Capaian tersebut juga menempatkan BRI sebagai perusahaan pelat merah dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia.

“Menginjak usia ke-130 tahun, BRI terus menciptakan nilai dari aspek ekonomi dan bisnis, seperti pertumbuhan laba dan aset, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan dividen serta nilai saham, sehingga memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.

Jika ingin versi lebih singkat atau gaya media tertentu (hard news, feature, atau rilis korporasi), saya bisa sesuaikan.

Editor : Aditya Novrian
#BBRI #BRI #bursa efek indoneia