Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

BRI Gelar RUPSLB Perkuat Tata Kelola dan Tetapkan Susunan Pengurus Baru

Aditya Novrian • Kamis, 18 Desember 2025 | 20:29 WIB

Photo
Photo

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (17/12). Rapat yang berlangsung di Kantor Pusat BRI, Jakarta, tersebut menjadi langkah strategis perseroan dalam memperkuat tata kelola sekaligus mempersiapkan akselerasi kinerja pada 2026.

RUPSLB yang dihadiri jajaran Dewan Komisaris dan Direksi BRI menyetujui tiga agenda utama. Yakni perubahan Anggaran Dasar Perseroan, pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026, serta perubahan susunan pengurus perseroan.

Pada agenda pertama, pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar BRI sebagai penyesuaian terhadap regulasi dan kebijakan terbaru. Di antaranya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara yang telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025. Perubahan tersebut mencakup pengaturan hak-hak istimewa atas Saham Seri A Dwiwarna milik Negara Republik Indonesia.

Selain itu, Anggaran Dasar juga disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

Agenda kedua RUPSLB menyetujui pendelegasian kewenangan kepada Dewan Komisaris, dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri B terbanyak, untuk menyetujui RKAP Perseroan Tahun 2026, termasuk perubahannya. Pendelegasian ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan kecepatan pengambilan keputusan strategis.

Sementara pada agenda ketiga, RUPSLB menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Komisaris dan Direksi BRI menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Kartika Wirjoatmodjo
Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen: Parman Nataatmadja
Komisaris: Helvi Yuni Moraza
Komisaris: Awan Nurmawan Nuh
Komisaris Independen: Lukmanul Khakim
Komisaris Independen: Edi Susianto

Anggota Dewan Komisaris yang diangkat dapat melaksanakan tugas dan fungsi setelah memperoleh persetujuan OJK serta memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Direksi
Direktur Utama: Hery Gunardi
Wakil Direktur Utama: Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari
Direktur Micro: Akhmad Purwakajaya
Direktur Commercial Banking: Alexander Dippo Paris Y.S
Direktur Treasury and International Banking: Farida Thamrin
Direktur Corporate Banking: Riko Tasmaya
Direktur Network and Retail Funding: Aquarius Rudianto
Direktur Information Technology: Saladin Dharma Nugraha Effendi
Direktur Operations: Hakim Putratama
Direktur Legal and Compliance: Mahdi Yusuf
Direktur Manajemen Risiko: Ety Yuniarti
Direktur Finance and Strategy: Achmad Royadi
Direktur Consumer Banking: Aris Hartanto

Anggota Direksi yang baru diangkat juga efektif menjalankan tugas setelah memperoleh persetujuan OJK.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa kinerja perseroan menunjukkan tren yang konsisten menuju capaian akhir tahun yang solid. Pertumbuhan kredit dan pembiayaan diupayakan tetap berada dalam kisaran guidance tahun 2025 dengan tetap mempertimbangkan kondisi makroekonomi global dan domestik.

“BRI mencatat kinerja keuangan yang terjaga hingga Triwulan III 2025, ditopang pertumbuhan bisnis berkelanjutan serta pengelolaan risiko yang pruden,” ujar Hery.

Secara konsolidasian, total aset BRI meningkat menjadi Rp2.123 triliun, didorong pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 6,26 persen secara tahunan. Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp1.475 triliun atau tumbuh 8,25 persen yoy, dengan dominasi dana murah mencapai 67,7 persen.

Kualitas aset juga tetap terjaga dengan rasio non-performing loan (NPL) sebesar 3,1 persen dan NPL coverage mencapai 183,1 persen. Dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasian tercatat Rp41,23 triliun, dengan ROA sebesar 2,7 persen dan ROE sebesar 17,0 persen. Tingkat permodalan BRI tetap kuat dengan CAR konsolidasi 25,4 persen dan bank only 23,0 persen, memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Editor : Aditya Novrian
#BBRI #BRI