MALANG KOTA – Kerja sama pengelolaan Transmart Malang bukan satu-satunya bisnis baru Universitas Brawijaya (UB). Tahun depan, kampus biru tersebut membuka tiga sektor bisnis. Mulai bidang agro, start-up, hingga mall berbasis pendidikan.
Demikian juga Universitas Negeri Malang (UM), sudah menyiapkan empat bisnis untuk tahun depan. Di antaranya membangun klinik yang melayani masyarakat umum, guest house berkapasitas 36-40 kamar, hingga student housing.
Alasan keduanya membuka bisnis baru senada, yakni menutup biaya operasional yang dinilai terlalu tinggi. UB menghabiskan biaya hingga Rp 1,2 triliun per tahun, sedangkan UM telan Rp 25 miliar untuk listrik, air, dan gaji karyawan. Belum kebutuhan operasional lainnya.
Direktur Utama PT Brawijaya Multi Usaha (BMU) Edi Purwanto mengatakan, pengembangan beberapa usaha disesuaikan dengan kebutuhan di masyarakat. Misalnya usaha di sektor agro untuk memasok kebutuhan pangan dan energi. ”Makanya tahun 2026 UB membuka Brawijaya Agro Indonesia,” ujar Edi.
Dalam mengembangkan Brawijaya Agro Indonesia, dia mengatakan, UB berencana mengangkat potensi-potensi lokal di Malang. Mulai perkebunan hingga peternakan. "Selanjutnya adalah Brawijaya Start-up Indonesia. Ini akan menjadi wadah bagi mahasiswa UB yang sekarang banyak memunculkan usaha-usaha baru di bidang teknologi," terang Edi.
Pembentukan wadah start-up menjadi komitmen UB dalam mengembangkan potensi internal. Salah satunya dari kalangan mahasiswa. Dalam pengembangan usaha kampus, pihaknya mengacu pada UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT). Selain itu, UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dengan adanya undang-undang itu, maka dalam menjalankan usaha, UB harus memenuhi beberapa persyaratan. Antara lain memiliki kewajiban sewa, pendapatan operasional, perpajakan, hingga tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
"Namun masih ada unit-unit usaha yang tata pengelolaannya perlu diperbaiki kembali, sehingga sesuai standar PT dan BUMN," jelas Edi. Termasuk usaha-usaha baru yang tahun 2026 akan segera dibentuk.
Di lain pihak, General Manager Transmart Malang La Syahrin menyambut baik rencana kerja sama antara pihaknya dengan UB. Syahrin menyebut saat ini kunjungan ke Transmart semakin meningkat.
Hal itu karena adanya kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk UB. "Kami ingin memaksimalkan potensi-potensi di Transmart MX Mall ke depan. Dari pimpinan kami yakni Bapak Chairul Tanjung mendukung karena beliau juga concern dengan pendidikan," terangnya.
Terpisah, UM berencana membuka lima unit bisnis baru. Seluruhnya bakal dijalankan tahun depan. “Rencananya untuk laboratorium fakultas kedokteran, tapi juga dibuka untuk umum,” ujar Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Usaha UM Prof Dr Puji Handayati S E Ak M M CA CMA.
Saat ini bangunan empat lantai di Jalan Surabaya itu masih dalam tahap finishing. Itu menjadi proyek terbesar UM untuk meningkatkan income generating mereka.
Selain membuka jalur bisnis di bidang kesehatan, UM juga melebarkan sayap ke bidang properti. Terdekat ada Wisma TGP di Jalan TGP, Kelurahan Oro-oro Dowo, Klojen yang bakal diresmikan menjadi guest house.
Di samping itu, rumah dinas dosen-dosen yang sudah tidak terpakai juga bakal dioptimalkan menjadi sumber pendapatan. Rencananya tahun depan itu bakal dijadikan student housing. “Kami juga sudah mengajukan rencana itu ke Kemendiktisaintek,” papar Puji.
Pembangunan student housing dirasa perlu bagi UM. Sebab dari 45 ribu mahasiswa, hanya 900 orang yang bisa tertampung dalam asrama. Selain itu, dia melanjutkan, biaya sewa juga bisa lebih miring karena disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa.
Puji berharap permasalahan lahan dengan empat sekolah yang menempati tanah UM cepat selesai. Sebab pihaknya butuh merencanakan bisnis-bisnis baru untuk menggenjot pendapatan.
“Kami juga ada rencana membuka fakultas baru. Kalau permasalahan tanah sudah selesai bisa langsung eksekusi,” lanjut wanita pertama yang menjabat wakil rektor di UM itu. Direktur Badan Pengembangan Usaha dan Dana Abadi (BPUDA) UM Agus Sunandar menuturkan, pihaknya juga bakal membuka N-BLOK dan Industri Belajar.
Konsep N-BLOK hampir sama dengan M Bloc Space di Jakarta, yaitu mewadahi dan menyatukan pelaku industri secara komersial. “Bakal ada ruang pementasan, cafe, resto, museum, studio pembuatan film, mini guest house, hingga ruang terbuka untuk menari,” paparnya.
Ada juga Industri Belajar yang menjadi platform pelatihan, workshop, dan sertifikasi. Seperti pelatihan AI, fashion digital, semua keahlian yang ada di UM dijual melalui platform itu dalam bentuk pelatihan online maupun offline. Rencananya itu bakal terpusat dalam UM Training Center. (mel/aff/dan)
Editor : A. Nugroho