KEPANJEN - Fasilitas di pasar tradisional bakal dilengkapi. Salah satunya dilakukan penambahan ruang laktasi. Tahun depan, ada lima pasar yang akan ditambah fasilitas tersebut. Yakni Pasar Tumpang, Dampit, Sumedang, Karangploso, dan Wajak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo menyampaikan, lima pasar yang terpilih itu merupakan rekomendasi dari dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag). Sebelumnya, lima pasar tersebut sudah memiliki ruang untuk dimanfaatkan sebagai ruang laktasi. ”Saat ini, ruangannya sudah disiapkan, tinggal penyesuaian supaya bisa dimanfaatkan awal tahun depan,” ucap dia
Keberadaan ruang laktasi itu mendukung peningkatan prevalensi Air Susu Ibu (ASI) eksklusif hingga 100 persen. ”Jadi ibu-ibu yang belanja di pasar maupun yang bekerja di pasar tetap bisa memberikan ASI kepada bayinya di ruang laktasi tersebut,” imbuh pejabat eselon II B Pemkab Malang tersebut.
Meski bayi tersebut di rumah, seorang ibu bisa memompa ASI di ruang laktasi. Ruangan yang disediakan pun bakal dibuat senyaman mungkin. Misalnya disediakan sofa.
Arbani menjelaskan, pemberian ASI eksklusif sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Sebab, berdasar hasil pengujiannya beberapa waktu lalu, dari lima anak stunting, tiga di antaranya merupakan anak dari keluarga yang berkecukupan. Namun, ibunya tidak dapat memberikan ASI eksklusif karena pekerjaan.
Oleh karena itu, penyediaan ruang laktasi di fasilitas umum menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan ASI eksklusif. Sekaligus dapat menurunkan prevalensi stunting di Kabupate Malang.
”Ke depan, kami berharap seluruh fasilitas umum bisa memiliki ruang laktasi. Termasuk kantor-kantor yang memiliki pegawai perempuan,” kata mantan kepala dinas kesehatan (dinkes) itu. Ke depan, 29 pasar lainnya juga akan didorong untuk memiliki ruangan tersebut. (yun/by)
Editor : A. Nugroho