Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Melalui Tenun Modern dan Pameran BRI, Kriti by Lusy Jajaki Potensi Wastra Nusantara di Pasar Mancanegara

Aditya Novrian • Sabtu, 3 Januari 2026 | 12:27 WIB
Photo
Photo

BOGOR – Indonesia dikenal sebagai negeri seribu kain dengan ragam wastra seperti batik, songket, lurik, hingga sasirangan yang sarat makna dan nilai budaya. Namun, di tengah perkembangan gaya hidup modern, wastra kerap dipersepsikan kurang praktis untuk dikenakan dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi ini mendorong lahirnya kebutuhan akan desain yang lebih relevan dan adaptif, yang kemudian melatarbelakangi hadirnya Kriti by Lusy.

Didirikan oleh Lusy Rachmat pada 2017, UMKM fashion asal Bogor ini menghadirkan beragam koleksi busana wanita, mulai dari atasan, celana, rok, tunik, hingga vest, dengan memadukan kain tenun dan lurik sebagai elemen utama. Kedua material tersebut dipilih karena memiliki karakter desain yang timeless, sehingga mudah dipadupadankan dan dapat diterima oleh berbagai kalangan lintas generasi.

“Tercetus ide Kriti by Lusy karena saat itu saya sering bertemu dengan teman-teman wanita yang mengeluhkan memiliki bahan tenun tetapi tidak tahu bagaimana memanfaatkannya. Dari situ muncul ide untuk mendesain kain tenun yang dipadukan dengan lurik agar lebih aplikatif sebagai busana,” ujar Lusy.

Lebih lanjut, Lusy menjelaskan bahwa proses produksi menjadi bagian penting dari karakter Kriti by Lusy. Ia ingin setiap karya yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, ia melibatkan penjahit lokal di sekitar tempat tinggalnya serta bekerja langsung dengan para pengrajin tenun untuk memastikan kualitas dan detail bahan tetap terjaga. Selain itu, jumlah produksi juga dibatasi agar setiap desain memiliki nilai eksklusivitas. Dengan pola kerja tersebut, kapasitas produksi Kriti by Lusy saat ini berada di kisaran 100 hingga 200 potong per bulan.

“Selain konsisten menjaga kualitas produk, perjalanan Kriti by Lusy juga semakin berkembang sejak bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada 2018. Melalui ekosistem pemberdayaan tersebut, saya memperoleh akses pelatihan serta fasilitas pemasaran dari program Growpreneur by BRI yang sangat membantu dalam menyusun strategi bisnis,” terangnya.

Kepercayaan diri Lusy untuk memperluas jangkauan pasar pun semakin meningkat. Berbagai fasilitas pendampingan dari BRI membuka peluang untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada calon pembeli yang lebih luas. Tak hanya di dalam negeri, upaya pemasaran Kriti by Lusy juga merambah pasar internasional melalui partisipasi dalam berbagai pameran di Malaysia, Singapura, Thailand, hingga China. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk menjajaki potensi wastra modern Indonesia di pasar global.

“Terbaru, Kriti by Lusy menjadi salah satu UMKM terkurasi BRI yang tampil di SOGO Central Park Jakarta dalam acara Wastra Nusantara pada November 2025 lalu. Kami sangat senang karena acara ini membuka peluang lebih besar bagi brand lokal seperti kami untuk dikenal secara lebih luas, sekaligus meningkatkan kredibilitas produk di pasar,” ungkap Lusy.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa BRI secara konsisten melakukan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan guna memperkuat posisi UMKM nasional agar mampu naik kelas serta meningkatkan daya saing usaha.

“BRI terus memberikan apresiasi terhadap perkembangan industri kreatif melalui beragam produk UMKM, mulai dari fashion batik modern, aksesori etnik, hingga kerajinan tangan, melalui serangkaian inisiatif kolaboratif dengan berbagai pihak. Ke depan, BRI akan terus menciptakan lebih banyak peluang untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia,” papar Dhanny.

Editor : Aditya Novrian
#BBRI #BRI