Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

KUR BRI Dorong UMKM Kabanjahe Naik Kelas, dari Usaha Es Buah Menjadi Laundry Express

Aditya Novrian • Kamis, 22 Januari 2026 | 16:46 WIB

Photo
Photo

KABANJAHE – Peluang usaha sekecil apa pun bisa membuahkan hasil jika dijalani dengan tekad dan kerja keras. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Sari Handayani Daulay (39), pelaku usaha wanita asal Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara.

Perjalanan bisnis Sari dimulai pada 2015. Saat itu, ia memulai usaha sederhana dengan membuat es buah dan menjualnya berkeliling kampung maupun menitipkannya di kedai-kedai kecil di wilayah Karo. Dari usaha tersebut, Sari mulai melihat peluang lain, yakni menjual mainan anak yang kala itu belum banyak tersedia di daerahnya.

“Awalnya hanya jualan es buah, tapi saya melihat banyak anak-anak di sini kesulitan mendapatkan mainan. Akhirnya saya mulai jualan mainan eceran untuk membantu ekonomi keluarga,” ungkap Sari.

Namun, peluang baru itu tidak datang tanpa tantangan. Salah satunya adalah kewajiban memenuhi minimal pengambilan barang agar mendapatkan harga lebih murah dari distributor. Keterbatasan modal sempat menghambat pengembangan usahanya.

Kesulitan itu perlahan teratasi ketika seorang petugas BRI mengunjungi rumah-rumah di lingkungannya. Dari pertemuan tersebut, Sari mengenal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. “Ada petugas BRI yang menawarkan KUR. Saya dijelaskan apa itu KUR dan persyaratannya, lalu tertarik mencoba,” imbuhnya.

Proses pengajuan KUR terbilang mudah. Pengajuan pertama memberikan pinjaman Rp 5 juta. Setelah lunas, plafon meningkat menjadi Rp 25 juta pada pengajuan kedua. Dana tersebut digunakan untuk memperluas usaha, merekrut pegawai, hingga merintis peluang usaha lain.

Saat pandemi Covid-19 melanda, Sari melihat kebutuhan baru di masyarakat, yakni pendampingan belajar anak yang tidak bisa mengikuti sekolah tatap muka. Dari situ, ia mendirikan bimbingan belajar. Tak berhenti di situ, Sari juga mengembangkan usaha laundry express yang didukung pinjaman KUR BRI sebesar Rp 100 juta pada 2023.

Kini, roda usaha Sari berjalan semakin stabil. Usaha mainan anak dilanjutkan oleh sang adik, sementara ia fokus mengembangkan bimbingan belajar dan laundry express yang kian ramai pelanggan.

“KUR sangat membantu, terutama di awal usaha. Proses pencairan cepat, sekitar tiga sampai empat hari. Bunganya ringan, jadi tidak memberatkan,” jelasnya.

Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan, KUR BRI dirancang untuk mendorong UMKM agar semakin produktif dan naik kelas. Hingga Desember 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur, dengan 64,49 persen di antaranya disalurkan ke sektor produksi. (*)

Editor : Aditya Novrian
#BBRI #BRI