MALANG KOTA – Ketergantungan koperasi pada usaha simpan pinjam dinilai belum cukup untuk menjawab dinamika ekonomi yang terus berkembang. Karena itu, Pemkot Malang mendorong koperasi untuk mengembangkan unit usaha produktif agar lebih adaptif, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam menopang perekonomian daerah. Melalui koperasi, kesejahteraan anggota dapat ditingkatkan tidak hanya lewat skema simpan pinjam, tetapi juga melalui berbagai bentuk usaha lain yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Menurut Wahyu, ketika anggota koperasi sejahtera, daya beli masyarakat akan ikut menguat. Kondisi tersebut akan berdampak langsung pada perputaran ekonomi di Kota Malang. Efek lanjutannya, sektor usaha lain juga akan ikut bergerak.
”Koperasi merupakan pilar ekonomi daerah yang sangat penting. Pemkot Malang akan terus mendorong penguatan lembaga ini agar mampu berkontribusi lebih besar bagi perekonomian kota,” ujar Wahyu.
Pengembangan unit usaha produktif dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan koperasi. Beragam peluang usaha dapat dikembangkan, mulai dari penyediaan kebutuhan dasar bagi anggota, pengelolaan usaha perdagangan, hingga sektor jasa yang memiliki potensi pasar jelas.
Dengan adanya unit usaha produktif, koperasi diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan internal, tetapi juga menjadi pelaku usaha yang mampu bersaing dengan badan usaha lainnya.
”Sehingga koperasi memiliki daya saing. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anggota, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang lebih luas,” tandas Wahyu.
Pemkot Malang, lanjut Wahyu, berkomitmen terus memberikan dukungan melalui pembinaan dan penguatan kelembagaan koperasi. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong koperasi tumbuh lebih profesional, mandiri, dan berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi kerakyatan di Kota Malang. (adk/adn)
Editor : Aditya Novrian