RADAR MALANG – Emas merupakan instrumen investasi yang memiliki nilai bahkan cenderung meningkat saat kondisi ekonomi sedang tidak menentu, orang-orang mengenalnya sebagai aset safe haven. Memasuki tahun 2026 harga emas dunia mencatatkan rekor baru hingga menyentuh 3 juta per gram dilansir dari laman website Galeri 24.
Fenomena ini dipicu oleh gejolak ekonomi global yang saling berkaitan. Penyebabnya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik, seperti rencana Trump untuk merebut Greenland yang mendapatkan kecaman dari berbagai belahan negara, karena dinilai merusak norma dan hukum internasional.
Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar global, sehingga para investor berbondong-bondong memindahkan aset mereka dari aset berisiko ke emas. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa IHSG turun. Selain itu, bank sentral dunia terus melakukan pembelian emas besar-besaran untuk memperkuat cadangan devisa mereka.
Faktor ekonomi internal di Amerika Serikat, seperti tingginya hutang pemerintah dan lemahnya mata uang dolar AS semakin membuat keadaan menjadi parah. Inflasi global yang tinggi membuat nilai mata uang kertas menyusut, sementara emas masih mempertahankan daya belinya. Dilansir dari J.P. Morgan Global Research, diprediksi harga emas akan terus berlanjut hingga menembus level yang lebih tinggi lagi.
Melihat tren emas terus meroket, emas tetap menjadi “pelabuhan terakhir” yang bisa diandalkan dalam mengatasi ketidakpastian ekonomi dan politik global sepanjang 2026.
Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian