Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sepanjang 2025, Nilai Investasi di Kota Malang Capai Rp 3,11 Triliun

Aditya Novrian • Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:15 WIB
Capai Rp 3,11 Triliun, Didominasi Sektor Perdagangan
Capai Rp 3,11 Triliun, Didominasi Sektor Perdagangan

MALANG KOTA – Investasi di Kota Malang sepanjang 2025 mencatatkan nilai tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Nominalnya mencapai Rp 3,11 triliun. Angka itu menempatkan Kota Malang di posisi kedua setelah Kota Surabaya sebagai daerah dengan capaian investasi tertinggi sepanjang 2025.

Untuk diketahui, pada 2023 lalu Pemkot Malang mencatat nilai investasi Rp 2,08 triliun. Sedangkan pada 2024 nilai investasi yang masuk mencapai Rp 2,90 triliun. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan, ada sejumlah faktor yang memengaruhi capaian investasi. Baik dari faktor eksternal maupun internal.

Salah satunya yakni target dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. ”Target dari kementerian untuk Kota Malang pada 2025 senilai Rp 3,06 triliun,” kata lelaki yang pernah menjabat sebagai Kabag Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Malang itu. Beranjak dari target tersebut, pemkot berupaya menjaga situasi di dalam kota tetap kondusif. Tujuannya agar investor tertarik menanamkan modalnya. Langkah selanjutnya yakni mempermudah proses perizinan.

Dua langkah itu terbukti pada 2025 lalu. Ada banyak pengusaha yang mengajukan izin pembangunan tempat usaha baru. Kebanyakan dalam bidang perdagangan dan reparasi yang mencatatkan capaian tertinggi dalam investasi.  ”Juga ada beberapa mini market baru yang berdiri di Kota Malang,” sebut Arif.

Ada pula mini market yang baru didirikan untuk menggantikan cabang sebelumnya yang ditutup. Sebagai contoh, sebuah mini market di Jalan Bukit Barisan yang belum lama ini tutup, tetapi buka kembali di kawasan lain yang lebih ramai.

 

Selain perdagangan dan reparasi, banyak penginapan baru di Kota Malang yang berdiri. Salah satunya yakni Novotel Hotel yang berada di Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru. ”Namun operasionalnya kemungkinan baru dilakukan akhir 2027,” imbuh Arif.

Di luar sektor-sektor itu, Arif juga menggenjot sektor lain. Antara lain sektor kesehatan melalui keberadaan rumah sakit hingga klinik. Lalu kuliner dengan adanya kafe dan restoran. Ditanya untuk target investasi pada 2026, Arif mengaku masih menunggu informasi dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Pihaknya memprediksi, target investasi tahun ini sekitar Rp 3,4 triliun. Arif menambahkan, iklim usaha yang bergeliat tidak hanya memengaruhi investasi. Namun juga berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. (mel/by)

 

Editor : Aditya Novrian
#invesasi #malang