MALANG KOTA - Kondisi perekonomian Kota Malang masih menunjukkan grafik yang positif. Itu dibuktikan dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) masih di atas angka 100. Pada Februari, IKK menunjukkan angka 147,3.
Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Indra Kuspriyadi menjelaskan, kondisi IKK dipengaruhi Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Pada Februari IEK Kota Malang tercatat 158,3. ”IEK di atas 100 menunjukkan masyarakat optimistis terhadap perekonomian selama enam bulan ke depan. Artinya kondisi perekonomian stabil dan solid,” ujarnya.
Indra menerangkan, ada dua komponen yang membentuk IEK. Pertama ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha di suatu daerah. Pada Februari grafik ekspektasi ketersediaan lapangan kerja di Kota Malang mencapai 155,5 dan untuk kegiatan usaha tercatat 162,5.
”Kondisi ekonomi yang stabil ditopang oleh stabilitas makro ekonomi, inflasi yang terjaga. Serta aktivitas ekonomi regional yang terus bergerak positif,” jelasnya. Selain itu, tingginya mobilitas masyarakat dan berbagai proyek pembangunan ikut mendorong perluasan kesempatan kerja.
Kondisi itu memperkuat keyakinan konsumen terkait aktivitas ekonomi ke depan akan semakin membaik. Dia melihat, secara keseluruhan sinergi antara pertumbuhan ekonomi regional, stabilitas harga, dan terjaganya sentimen usaha menjadi faktor kunci. Menjadikan angka IKK di Kota Malang terjaga untuk saat ini.
Pengamat Ekonomi Kota Malang Joko Budi Santoso menerangkan, optimisme konsumen menjadi indikasi ekonomi masih menjanjikan. Ditambah lagi capaian pertumbuhan ekonomi nasional 2025 menyentuh 5,11 persen.
Joko menambahkan, perluasan kebijakan pemerintah seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong perluasan kesempatan kerja. ”Momen Ramadan dan Lebaran akan menjadi momentum untuk ekonomi 2026 terus meningkat,” ungkapnya.
Untuk menjaga kondisi tetap stabil, Joko menyarankan perlu menjaga stabilitas ekonomi maupun stabilitas pangan. Karena ini akan memengaruhi daya beli masyarakat.
Diperlukan bantuan belanja dari pemerintah pusat untuk menjaga perekonomian daerah. ”Karena efisiensi yang dirasakan pemerintah daerah cukup berdampak pada pembangunan,” pungkasnya. (adk/gp)
Editor : A. Nugroho