Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Inflasi di Kota Malang Didominasi Kenaikan Harga Emas

Bayu Mulya Putra • Rabu, 4 Maret 2026 | 11:46 WIB

 

SEDIKIT BERBEDA: Toko Emas Wahyu Redjo Cabang Mal Olympic Garden (MOG) mulai diserbu warga sejak akhir Februari lalu. Kebanyakan mencari emas perhiasan.
SEDIKIT BERBEDA: Toko Emas Wahyu Redjo Cabang Mal Olympic Garden (MOG) mulai diserbu warga sejak akhir Februari lalu. Kebanyakan mencari emas perhiasan.

MALANG KOTA - Tren kenaikan harga emas terus berlanjut sepanjang bulan Februari lalu. Itu turut menyumbang angka inflasi 0,74 persen di Kota Malang.

Selain emas, tingginya harga cabai rawit dan daging ayam ras juga menjadi penyumbang inflasi pada bulan Februari. Komoditas makanan, minuman, dan tembakau memiliki andil 0,48 persen dalam inflasi. Dengan total inflasi mencapai 1,68 persen.

Berlanjut pada komoditas perawatan pribadi dan jasa lainnya seperti emas perhiasan dengan andil 0,19 persen. Sementara total inflasinya paling tinggi di angka 2,69 persen. Inflasi terjadi berdasar perbandingan dari bulan sebelumnya. Saat itu, harga bahan pokok penting (bapokting) sudah landai setelah sempat melonjak pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sementara bulan Februari, mobilitas warga kembali naik karena bersamaan dengan momen Hari Raya Imlek dan awal bulan Ramadan. ”Di awal bulan Ramadan, permintaan masyarakat terhadap komoditas tertentu seperti cabai rawit dan daging ayam ras melonjak,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umar Sjaifuddin.

Sementara stok di pasaran tidak sebanding dengan permintaan karena sebagian panen petani gagal. Terutama disebabkan cuaca buruk yang melanda sehingga masa panen bulan Januari tidak maksimal. Selain itu, permintaan produk emas batangan maupun perhiasan juga mulai meningkat pada akhir bulan. Terutama untuk produk emas perhiasan seperti kalung dan cincin.

Masyarakat yang sudah mulai melek emas makin banyak berdatangan membeli perhiasan sekaligus dipakai saat Lebaran. Namun secara year-on-year, dibanding Februari 2025, bulan Februari 2026 inflasinya cukup tinggi. Angkanya mencapai 4,81 persen.

Sebab kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya seperti tarif listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami peningkatan harga secara drastis dibanding Februari 2025. ”Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menyumbang inflasi hingga 2,06 persen,” lanjut Umar.

Sementara penyumbang terbesar kedua adalah sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya seperti perhiasan sebesar 1,35 persen. Berlanjut didukung sektor makanan, minuman, dan tembakau yang memiliki andil inflasi 0,87 persen.

Kasir Toko Emas Wahyu Redjo Cabang Mal Olympic Garden (MOG) Enjelica Dwi menuturkan, sejak akhir Februari lalu masyarakat sudah berdatangan ke tokonya. Mayoritas menjual koleksi perhiasan lama untuk ditukarkan dengan koleksi terbaru.

”Baru tahun ini juga perhiasan justru diserbu sebelum hari raya,” ujar Enjel. Sebab tahun-tahun sebelumnya masyarakat terbiasa transaksi emas setelah Idul Fitri, menunggu harga turun. Berdasar pengalaman tahun 2025 lalu, justru emas melonjak naik setelah hari raya dan tidak kunjung turun sampai sekarang. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#bapokting #bps #malang #inflasi