Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

PDRB Kota Malang Naik 5,41 Persen, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang Ekonomi

Galih R Prasetyo • Jumat, 6 Maret 2026 | 10:21 WIB

 

 

RAMAI: Para pengunjung Pasar Klojen Malang memburu kuliner yang tersedia. Sektor perdagangan mendukung peningkatan PDRB Kota Malang.
RAMAI: Para pengunjung Pasar Klojen Malang memburu kuliner yang tersedia. Sektor perdagangan mendukung peningkatan PDRB Kota Malang.

MALANG KOTA - Grafik ekonomi di Kota Malang diklaim mengalami peningkatan. Pada tahun 2025 lalu, total Produk Domestik Regional Bruto (RBPD) Kota Malang mencapai 5,92 persen. Naik cukup signifikan dibanding PDRB tahun 2024 di angka 5,41 persen.

Setidaknya ada tiga sektor utama yang mendukung peningkatan PDRB itu. Pertama berdasar distribusi dan pertumbuhan di sektor lapangan usaha. Perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan dan konstruksi mengambil peran paling signifikan.

”Paling besar berasal dari perdagangan besar dan eceran, kontribusinya sampai 28,50 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang Umat Sjaifuddin. Itu artinya, transaksi di pasar tradisional, mal, toko, hingga UMKM masih mendominasi. Itu juga mengindikasikan perekonomian di Kota Malang tetap tumbuh mesti tidak terlalu signifikan.

Satu faktor yang mendasari pertumbuhan ekonomi itu disebabkan mobilitas masyarakat yang meningkat. Itu dilihat dari transaksi non-tunai menggunakan QRIS selama 2025 tumbuh 793 persen dibanding tahun 2024. Di bidang investasi, belanja modal gedung, bangunan, jalan, hingga irigasi dan jaringan 2025 terpantau naik 14,63 persen dibanding tahun 2024.

”Tahun lalu Kota Malang juga menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur, itu menyedot 14 ribu atlet dan 4 ribu lebih official,” lanjut Umar. Kunjungan massif seperti itu terbukti mampu mengerek pertumbuhan ekonomi menjadi lebih tinggi. 

Terhitung total nilai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan di Kota Malang berdasar harga berlaku sebesar Rp 108,152 miliar. Itu jadi salah satu tolak ukur untuk mengetahui besaran ekonomi daerah. Sementara perhitungan berdasar harga tetap, nilainya Rp 67,125 miliar untuk menghitung pertumbuhan ekonomi daerah.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Bank Indonesia Cabang Malang Indra Kuspriyadi menuturkan laju ekonomi di Kota Malang memang bertumbuh positif. Itu dilihat dari inflasi yang bisa dikendalikan dan selalu berada di zona aman.

”Termasuk tahun 2026 ini kami akan terus menjaga agar perekonomian tetap stabil, dimulai dari Januari dan Februari lalu inflasi terus terjaga tidak sampai melebihi lima persen,” pungkas Indra. (aff/gp)

 

Editor : A. Nugroho
#UMKM #bps #malang #PDRB